Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

NASA Buat Video Suhu Bumi Selama 132 Tahun




Foto permukaan bumi diambil dari luar angkasa

Apakah Anda penasaran bagaimana proses perubahan suhu bumi? Kini Anda bisa menjawab rasa penasaran itu. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, merangkum rekaman peningkatan suhu Bumi dalam sebuah video timeline.

Video tersebut menggambarkan suhu bumi yang semakin hari semakin meningkat. Data yang dirangkum oleh NASA yaitu suhu bumi mulai dari 1880 sampai 2011. NASA mengungkap kalau gambaran dari video tersebut merupakan sebuah peringatan keras tentang peningkatan suhu bumi sejak 1880. 

Hal ini karena emisi gas rumah kaca dari produksi energi, industri dan kendaraan telah meningkat. Akibatnya suhu telah naik, dengan puncaknya pada pada 1970-an. Hal ini dapat dilihat dalam video berdurasi 26 detik tersebut.

Lembaga studi luar angkasa NASA, Goddard Institute for Space Studies (GISS) di New York, yang memonitor suhu permukaan global secara berkelanjutan, menciptakan video untuk menunjukkan bagaimana bumi terus mengalami suhu hangat daripada beberapa dekade lalu.

"Kami tahu planet ini lebih banyak menyerap daripada memancarkan energi. Kami terus melihat kecenderungan suhu yang lebih tinggi. Bahkan, dengan efek pendinginan dari pengaruh La Nina yang kuat dan rendahnya aktivitas matahari pada beberapa tahun terakhir," kata Direktur GISS, James Hansen saat peluncuran video, seperti dikutip Dailymail.

Dalam catatan, 2011 adalah salah satu dari 10 tahun terpanas. Perbedaan antara 2011 dan tahun terpanas dalam catatan GISS pada 2010 yaitu 0,22 derajat Fahrenheit atau 0,12 Celcius. Hansen menambahkan sebelas tahun pertama pada abad ke-21, mengalami suhu lebih tinggi dibandingkan dengan pertengahan dan akhir abad ke-20.

Suhu rata-rata di seluruh dunia pada tahun 2011 adalah 0,92 derajat Fahrenheit atau 0,51 Celcius, ini lebih hangat daripada suhu dasar pada pertengahan abad ke-20. Dalam animasi video yang ditunjukkan, data suhu dari 1880-2011, warna merah menunjukkan suhu yang lebih tinggi daripada rata-rata suhu selama periode dasar dari 1951-1980. Sedangkan biru menunjukkan suhu yang lebih rendah dari rata-rata garis dasar.

Sabtu, 08 September 2012

Sayembara NASA: Beri Nama Asteroid Pengancam Bumi


Ilmuwan sedang mencari cara agar astronot bisa ke asteroid
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengundang siswa dari seluruh dunia dalam kompetisi untuk memberi nama sebuah asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi. 

Nama batu angkasa itu masih terlalu sulit untuk diingat, (101955) 1999 RQ36. Ia bisa mengancam bumi saat melayang dekat dengan planet kita 170 tahun mendatang. Dengan lebar 560 meter, asteroid 1999 RQ36  punya peluang 1:1.000 menabrak Bumi pada tahun 2182.

Tak hanya memberi nama, NASA sudah merencanakan misi ambisius, mengirimkan pesawat tanpa awak ke 1999 RQ36, dan membawa sampel batuannya ke bumi. Ekspedisi itu diberi nama, Osiris-Rex, singkatan dari nama superpanjang, Origins-Spectral Interpretation-Resource Identification-Security-Regolith Explorer, yang akan diluncurkan pada 2016 mendatang.

Misi Osiris-Rex diperkirakan akan menghabiskan dana US$800 juta. Itu belum termasuk ongkos pengadaan pesawat luar angkasanya. Sungguh jumlah yang besar, namun sebanding dengan hasilnya.
Sampel yang akan dibawa misi Osiris-Rex akan membantu para ilmuwan menguak banyak misteri tentang asal usul tata surya yang terbentuk 4,3 miliar  tahun lalu. Juga tentang molekul organik yang mungkin telah membentuk kehidupan di Bumi. Selain itu, dengan mempelajari sifat asteroid, manusia bisa mencegahnya menghancurkan Bumi.

Tak sampai di situ, NASA juga merencanakan pengiriman astronot ke asteroid pada tahun 2025.

Lalu apa pentingnya membuat sayembara untuk murid sekolah?

Ini niat tersembunyi NASA: dengan meminta saran nama pada para siswa, lembaga itu ingin melibatkan generasi muda para calon ahli astronom dan ilmuwan penerbangan angkasa luar.

"Karena sampel yang diperoleh dari misi tersebut akan menjadi bahan studi bagi generasi yang akan datang. Bukan tak mungkin, siswa yang menamai asteroid itu akan menjadi seorang peneliti," kata Jason Dworkin, ilmuwan proyek Osiris-Rex di Goddard Space Flight Center, Greenbelt, dalam pernyataannya yang dimuat Space.com.

Butuh nama keren

Kompetisi NASA itu terbuka bagi siswa di seluruh dunia, yang berusia di bawah 18 tahun. Setiap peserta punya kesempatan untuk mengajukan satu nama, maksimal 16 karakter. Para siswa juga wajib menyertakan penjelasan singkat alasan di balik nama yang disodorkan.

"Asteroid itu sesuatu yang keren, dan 1999 RQ36 berhak mendapatkan nama yang keren," kata Bill Nye, CEO Planetary Society. "Melibatkan anak-anak dalam penamaan sebuah asteroid akan membuat mereka tertarik pada batu angkasa ini juga ilmu tentangnya."

Batas  terakhir kompetisi adalah 2 Desember 2012. NASA mensyarakatkan pengiriman harus dilakukan oleh orang dewasa atas nama siswa.

Sebuah panel hakim kemudian akan meneliti setiap nama yang diterima. Pemenang, sekaligus nama asteroid itu akan diumumkan setelah mendapat  persetujuan dari International Astronomical Union Committee for Small-Body Nomenclature.

"Misi kami akan difokuskan pada asteroid ini selama lebih dari satu dekade," kata Dante Lauretta, peneliti utama untuk misi Osiris-Rex University of Arizona in Tucson.  "Kami berharap memiliki nama yang lebih mudah dikatakan  daripada (101955) 1999 RQ36."

Asteroid 1999 RQ36 ditemukan pada tahun 1999 oleh survei  Lincoln Near Earth Asteroid Research di Massachusetts Institute of Technology's (MIT).

Nama rumit (101955) 1999 RQ36 sebelumya diputuskan oleh Minor Planet Center, yang dioperasikan oeh Smithsonian Astrophysical Observatory di Cambridge. Untuk diketahui, setelah asteroid baru dikarakterisasi, memenuhi kriteria  tertentu untuk menentukan orbit, Minor Planet Centre akan memberinya nama alfanumerik sementara.

Sayembara ini terselenggara atas kerjasama NASA, Planetary Society  Lincoln Laboratory MIT, dan University of Arizona. Informasi lebih lanjut tentang aturan kontes dan pedoman pengajuan nama di situs Planetary Society: http://planetary.org/name

Jadi, apakah ada anak Indonesia yang bernyali ikut berkompetisi?

Jumat, 31 Agustus 2012

Buat Satelit, NASA Gunakan Smartphone Android


PhoneSat, satelit NASA yang berbasis Android
Badan Antariksa Amerika Serikat sedang menargetkan untuk bisa meluncurkan sejumlah lini satelit kecil, yang lebih mudah dan murah. Satelit itu akan dinamakan "PhoneSats".

Mengutip laman Mashable, untuk mencapai itu para insinyur NASA menggunakan smartphone Android yang belum dimodifikasi, untuk menampilkan sejumlah fungsi kunci satelit. Prototipe smartphone yang digunakan antara lain sejumlah smartphone HTC, Google Nexus One, dan Samsung Nexus S.
PhoneSat, satelit NASA yang berbasis Android
NASA pun kemudian menjelaskan di situsnya, smartphoneyang digunakan "menawarkan kemampuan yang dibutuhkan untuk sistem satelit, termasuk prosesor cepat, sistem operasi yang mudah diadaptasi, multiple miniature sensors, kamera beresolusi tinggi, penerima GPS, dan radio.

"Pendekatan ini memungkinkan para insinyur untuk melihat kemampuan yang disediakan teknologi komersial, daripada untuk mencoba mendesain teknologi yang dikustomisasi sesuai kebutuhan," demikian pernyataan NASA.

Total pengeluaran untuk prototipe satelit ini mencapai US$ 3.500. Tiga satelit diharapkan bisa diluncurkan, dengan menumpang penerbangan pertama roket Antares milik Orbital Science Corporation. Peluncuran akan dilakukan dari fasilitas milik NASA di Pulau Wallops, Amerika Serikat, beberapa waktu mendatang.

Selasa, 28 Agustus 2012

NASA Ungkap Temuan Jejak Dinosaurus


Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kali ini harus berurusan dengan dinosaurus. Sebuah kabar mengejutkan yang amat jarang berhembus dari lembaga yang kini tengah sibuk mengeksplorasi Planet Mars.

Tapi itulah yang terjadi minggu lalu, setelah jejak kaki binatang purba dinosaurus lamban, berukuran seperti tank dengan tonjolan mirip duri, yang disebut nodosaurus ditemukan di halaman Goddard Space Flight Center.

Diduga kuat, ratusan juta tahun lalu, sebelum para ilmuwan cerdas NASA bekerja tanpa henti mengeksplorasi alam semesta, laboratorium mereka di Maryland telah menjadi rumah bagi dinosaurus herbivora yang makan tumbuhan.

Jejak kaki besar, selebar 12 inchi atau sekitar 30 centimeter adalah yang kali pertama ditemukan oleh pencari jejak dinosaurus, Ray Stanford. Jejak itu memiliki empat jari. Untuk diketahui, nodosaurus yang tinggal di area itu sekitar 110 juta tahun lalu, pada periode Cretaceous diperkirakan memiliki ukuran serupa gajah kecil.
Jejak dinosaurus di Goddard Space Flight Center NASA

Saat Stanford mengungkap temuan mengejutkan pada NASA 17 Agustus 2012 lalu, lembaga tersebut cepat-cepat melibatkan Rob Weems dari Badan Survei Geologi AS (USGS).

Weems lantas mengonfirmasi, jejak itu asli. Ia juga menemukan jejak kedua yang diduga milik hewan jenis serupa, hanya lebih kecil. Diduga milik anak-anak nodosaurus.

"Jika jejak pertama itu adalah milik seekor betina, ia diduga memiliki satu atau lebih anak yang berjalan mengikuti ke mana-mana. Seperti halnya anak anjing atau kucing berjalan bersama induknya," kata Weems dalam siaran pers NASA.

Meski jejak mereka tak searah, karena bintang yang lebih muda biasanya mengendus ke mana-mana dan tak fokus, tapi toh mereka menuju ke tempat yang sama dengan para hewan dewasa.

Menurut ahli, diduga nodosaurus kala itu sedang berjalan tergesa di atas lumpur. Sebab, jejak yang mereka tinggalkan tak seberapa dalam.

Di mana persisnya bagian halaman yang menyimpan jejak dinosaurus, sengaja dirahasiakan dan disterilkan, agar tidak diintervensi siapapun. Para ahli lain diharapkan melanjutkan penelitian untuk mengungkap jejak lain di area itu.

Untuk Ray Stanford, seorang paleontolog amatir, mengaku, temuannya itu sangat berarti. "Para ilmuwan luar angkasa berjalan di tempat yang sama dengan dinosaurus besar, agak ceroboh, dengan tubuh 'berlapis baja' di masa lalu, 110 atau 112 juta tahun lalu. Bagi saya, ini sangat puitis," kata dia.

Stanford menambahkan, di area yang sama ia juga menemukan jejak-jejak lebih kecil, berjari tiga, yang diduga milik theropoda, dinosaurus pemakan daging.

Pejabat NASA kini sedang berkonsultasi dengan pemerintah Negara Bagian Maryland dan para ahli paleontologi dalam rangka mendokumentasikan temuan, sekaligus melestarikannya.

Model dinosaurus yang jejaknya ditemukan di Goddard Space Flight Center NASA

Sabtu, 25 Agustus 2012

Foto Terbaru Permukaan Bulan Tunjukkan Bukti Pendaratan Manusia


Foto terbaru permukaan bulan ini dirilis NASA dari satelit tak berawak Lunar Reconnaissance Orbiter.  Wahana tersebut membuktikan adanya wahana bekas pendaratan manusia di bulan. Wahana ruang angkasa LRO yang bertugas mengobservasi permukaan bulan tersebut telah bertugas selama lebih dari tiga tahun di orbit bulan (diluncurkan bersama LCROSS tanggal 18 Juni 2009 dengan menggunakan roket Atlas 5 di Cape Canaveral, Florida). Wahana ini direncanakan bertugas di orbit bulan dalam 6 tahun.
Berikut adalah 25 foto terbaru yang dirilis NASA dari Lunar Reconnaissance Orbiter.

Foto 1: Foto pertama hasil jepretan LRO dari ketinggian 1400 meter dari permukaan bulan

Foto 2: Foto Atlas 5 yang membawa LRO dan LCROSS sebelum meluncur ke bulan (Cape Canaveral, 18 Juni 2009)

Foto 3: Bagaimana air bisa terbentuk di bulan, inilah penjelasannya. atom hidrogen yang dipancarkan dari matahari kemungkinan adalah penyebab adanya gumpalan-gumpalan es di kutub bulan.

Foto 4: Bayangan sebuah bukit kecil di sebuah kawah bulan bernama Tycho. Nasa merilis foto ini tanggal 30 juni 2012.

Foto 5: Dinding sebelah barat dari kawah Aristarchus dari posisi 26 kilometer.

Kamis, 23 Agustus 2012

Curiosity Tembak Batu di Mars dengan Laser



Wahana pendarat milik NASA, rover Curiosity, untuk pertama kalinya mengarahkan penembak lasernya ke sebuah batu di Planet Mars. Robot beroda enam itu menembak untuk keperluan penelitian dan ilmu pengetahuan.

Saat melakukan uji coba sasaran pada hari Senin waktu Indonesia, Curiosity menembakkan 30 gelombang pada sebuah batu di dekatnya dalam kurun waktu 10 detik, dan membuat sebuah lubang kecil.
Satu tembakan laser dari instrumen Chemical and Camera Curiosity, atau ChemCam, berlangsung selama lima per satu miliar detik, tetapi berkekuatan lebih dari satu juta watt, cukup untuk mengubah batuan padat menjadi plasma cair terionisasi.

Tiga spektrometer dalam perangkat kemudian mempelajari bunga api dari tembakan laser pada 6.144 panjang gelombang yang berbeda dari sinar ultraviolet, sinar tampak, dan inframerah untuk menentukan komposisi dari batu yang menguap karena tembakan.

Menurut NASA, hasil awal percobaan ini menunjukkan instrumen bekerja dengan baik. Data dari tes menunjukkan, ChemCam bahkan menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada saat dilakukan uji coba di Bumi.

Sejak mendarat di Kawah Gale dua pekan lalu, Curiosity telah mencoba berbagai instrumennya, termasuk laser. Selama dua tahun misinya, Curiosity akan menembakkan laser ke berbagai batuan seiring perjalanannya menuju Mount Sharp, gunung setinggi 4,8 kilometer dari lantai kawah.

Tujuan misinya adalah untuk mencari tahu apakah lingkungan Mars pernah memungkinkan untuk dihuni.

Dalam beberapa hari ke depan, pengendali di Bumi akan memerintahkan Curiosity untuk menggerakkan rodanya dan mencoba perjalanan pendek pertama.

Misi senilai 2,5 miliar dollar AS ini adalah proyek Mars paling mahal sejauh ini.

Lebaran, Curiosity "Meregangkan Otot"



Robot Curiosity yang diutus Badan penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat NASA untuk menyelidiki Mars "diregangkan ototnya" pada hari kedua Lebaran, Senin (20/8/2012), .

"Peregangan otot" ini adalah yang pertama dialami Curiosity sejak peluncurannya pada November 2011 lalu. Insinyur di Jet Propulsion Laboratory NASA adalah yang bertanggungjawab pada proses ini.

Tentu saja, peregangan otot di sini tak berarti harafiah sebab Curiosity tak punya otot. Disebut peregangan karena  lengan Curiosity dibuka, direntangkan lalu ditekuk kembali, mirip peregangan otot manusia sebelum olahraga.

Langkah peregangan itu dilakukan NASA untuk melakukan tes dan mengkalibrasi lengan sepanjang 2,13 meter berikut peralatan pengebor, sekop, spektrometer dan kamera.

Seperti diberitakan AP, Selasa (21/8/2012), peregangan itu ialah "tes kesehatan" biasa yang dijalani Curiosity sejak mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012 lalu.

Peralatan yang dicek kali ini berguna untuk mengambil koleksi tanah Mars. Pengambilan dilakukan untuk mengetahui apakah Mars meruupakan habitat potensial bagi mikroba.

Curiosity sendiri mengemban misi yang cukup banyak. Salah satunya juga menyelidiki kemungkinan astronot untuk mendarat di Mars.

Selasa, 14 Agustus 2012

Si Ganteng "Mohawk Guy" Buat Obama Terkesan


Bobak Ferdowsi
Keberhasilan kendaraan penjelajah planet (rover) canggih yang dinamai Curiosity mendarat di Planet Mars juga melambungkan nama seorang teknisi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang memukau dunia dengan wajah ganteng dan rambut uniknya. Dia adalah Bobak Ferdowsi, si "Mohawk Guy".

Salah satu ketua tim pengendali misi Curiosity itu tak hanya jadi sensasi di media sosial, tapi juga sanggup membuat Presiden Barack Obama terkesan.

"Aku, di masa lalu sempat berniat untuk punya potongan rambut mohawk. Tapi timku selalu mencegah," kata Obama kepada para ilmuan di  Jet Propulsion Laboratory NASA dalam sebuah pembicaraan telepon yang disiarkan NASA TV pada Senin 13 Agustus 2012.

"Dan sekarang, mengetahui dia (Bobak Ferdowsi) menerima banyak proposal pernikahan dan ribuan follower Twitter baru, aku berpikir untuk kembali membujuk timku, dan meyakinkan bahwa itu masuk akal," kata Obama, disambut tawa lusinan karyawan NASA.

Bobak Ferdowsi menjadi terkenal akibat penampilannya yang terlihat keren dibalut kaus berkerah biru. Ia menarik perhatian karena rambut mohawk yang dicat hitam kemerahan, dan cat rambut kuning berbentuk bintang di atas telinganya.
Penampilan yang menyegarkan, tak seperti imej para ilmuwan yang kaku. "Sepertinya ilmuwan NASA telah meninggalkan tampilan kemeja putih, kacamata berbingkai gelap, dan pelindung saku," kata Obama. "Kalian yang sekarang lebih keren."

Dalam kesempatan itu, Obama juga mengucapkan selamat pada para ahli NASA yang berhasil mendaratkan Curiosity ke Planet Merah seminggu lalu.

"Apa yang Anda capai mewujudkan semangat Amerika," kata Obama. "Harapan kami Curiosity akan memberitahu hal yang kita tidak tahu sebelumnya," kata dia.

Rover itu, tambah Obama, adalah dasar bagi ambisi Amerika Serikat untuk mewujudkan misi yang lebih berani: mengirim manusia ke Mars.

"Mohawk Guy", Insinyur NASA Itu Jadi Sensasi


Bobak Ferdowsi, sensasi baru di internet
Sukacita meledak di ruang pengendali misi Jet Propulsion Laboratory milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), saat sejarah baru tercipta, kendaraan penjelajah planet (rover) canggih yang dinamai Curiosity berhasil mendarat di Planet Mars -- untuk mencari tanda-tanda kehidupan di sana.

Para pengendali misi yang sempat dilanda ketegangan saat Curiosity berguncang hebat ketika memasuki atmosfer Mars, bersorak, bersalaman, dan saling berpelukan. Dalam momentum yang juga dirayakan dunia itu, lahirlah bintang baru, seorang teknisi NASA yang memukau dunia dengan wajah ganteng dan rambut uniknya: ia dijuluki "Mohawk Guy".
Bobak Ferdowsi, namanya, menjadi sensasi di internet setelah banyak orang terpikat dengan potongan rambut mohawk yang dicat biru dan merah, bentuk bintang yang dicat kuning di atas telinga, dan senyum lebarnya yang berseri-seri.

Hanya dalam hitungan menit, posternya mulai bertebaran di internet, namanya menjadi trending topic di Twitter. Juga di Facebook dan Reddit.

Sebelum peluncuran Curiosity, jumlah follower Bobak hanya 200, saat ini 18 jam kemudian, mencapai lebih dari 26.000.

"Ia memandu rover ke ruang angkasa, juga ke hatiku," itu salah satu contoh tulisan yang tertera dalam poster yang bertebaran di dunia maya. Lainnya, menyinggung fakta bahwa insinyur 32 tahun itu tak sadar akan ketenarannya. "Jadi sensasi di internet. Tapi terlalu sibuk mendaratkan robot ke Mars untuk peduli."

Meski pria ganteng itu telah berinteraksi dengan beberapa penggemar barunya, namun isi tweet-nya kebanyakan tentang hasil terbaru misi Mars. Tapi, akhirnya ia pun bereaksi akan ketenarannya itu. "Internet, kamu menang ronde ini. Aku akan kembali lagi nanti, terima kasih banyak. Sekarang saatnya perayaan bersama rekan-rekan dan tim!"

Ferdowsi, yang adalah salah satu ketua tim pengendali misi Curiosity, mengaku, mengganti tatanan rambutnya di setiap misi berbeda. Model bintang berkelip, yang dianjurkan teman-temannya di pusat pengendali misi NASA, adalah gaya "patriotik sekaligus kosmik". Demikian ujarnya kepada The Atlantic.
Selain punya tampang, "Mohawk Guy" adalah pria yang berotak encer. Ia belajar teknik penerbangan (aeronautical) dan teknik astronautikal di University of Washington dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kalau tak cerdas, tak mungkin ia bisa bekerja di NASA dan terlibat dalam misi penting.

Ciptaan NASA-Boeing "Pesawat Masa Depan"

Nih, Ciptaan NASA-Boeing

Sebelumnya NASA telah membuat heboh kalangan dunia tentang penemuan daratan mars.

Kali ini, NASA telah berhasil mempertunjukkan prototipe "pesawat masa depan".

Pesawat hasil kerja sama "NASA - Boeing" ini merupakan rancangan ulang yang radikal dari bentuk pesawat tradisional ''bersayap tetap'', namun, kini telah mencapai batas dalam hal kecepatan dan efisiensi bahan bakarnya.

NASA mengambil replika dari skala pesawat untuk uji terbang, dan berharap pesawat akan menjadi desain yang diadopsi secara universal dalam dua dekade mendatang.

Dilansir Mail Online, pesawat X-48C ini merupakan pesawat sayap-bodi hibrid, yang menawarkan volume internal yang lebih besar bagi penumpang dan kargo, dan pesawat berbentuk segitiga, mengingatkan pada pesawat mata-mata, yang membelah udara denan lebih efisien.

Model X-48C bisa terbang selama 35 menit pada ketinggian di atas 10.000 kaki. Pada uji ini hanya berlangsung sembilan menit, namun itu dianggap NASA sebuah uji coba yang sukses.

Minggu, 12 Agustus 2012

Lahar Di Mars Membentuk Gajah


Wow Keren Lahar Di Mars Membentuk Gajah [ www.BlogApaAja.com ]

Foto Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA beberapa hari yang lalu menangkap pemandangan unik di permukaan Mars, persisnya di area Elysium Planitia yang merupakan kawasan termuda di planet tersebut yang sering mengalami banjir lahar.
Gambar penampakan itu terekam dengan alat High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE), yang terpasang pada Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA.

"Ini contoh klasik untuk fenomena psikologis pareidolia, yaitu ketika kita melihat seumpama ada hal-hal (seperti binatang) yang tidak benar-benar ada," ujar ahli geologi planet asal University of Arizona, Alfred McEwen. Ia mencontohkan, misalnya untuk faktor yang sama orang acapkali melihat awan berbentuk binatang.
Para ilmuwan tidak dapat memastikan, apakah aliran lahar di Mars itu diendapkan secara cepat atau dalam waktu yang relatif lama sebagaimana halnya di Bumi. Di Bumi, banjir lahar dapat diendapkan di tempat yang sama selama tahunan hingga puluhan tahun.
"Ini menjadi bukti bahwa mungkin benar banyak pula aliran banjir lahar di Mars,"papar McEwen.
Mars Reconnaissance Orbiter telah mengelilingi Planet Merah sejak 2006, setelah diluncurkan tahun 2005. Saat ini Mars Reconnaissance Orbiter sedang dalam fase perpanjangan misi.
Pihak ofisial NASA menyatakan, Mars Reconnaissance Orbiter telah mengirimkan lebih banyak data ke Bumi dari semua misi antarplanet lainnya yang digabungkan.

Teror Tujuh Menit di Mars


Bagaimana jika anda diminta menunggangi kendaraan yang melaju secepat 21.000 km/jam menuju area tak dikenal untuk kemudian harus mengalami pengereman sangat dramatis sehingga dalam tujuh menit kemudian kecepatan anda dan kendaraan itu merosot jauh hingga tinggal 3,2 km/jam? Bersedia?
Inilah yang harus dialami Curiosity, robot penjelajah Mars seukuran mobil SUV (sport utility vehicle) kecil yang diterbangkan 8,5 bulan silam untuk merengkuh jarak 564 juta kilometer untuk menjangkau tujuannya: planet Mars. Curiosity adalah bagian dari misiMars Science Laboratory, wahana antariksa teranyar yang dibangun NASA guna melacak jejak kehidupan di planet Mars sekaligus meletakkan tapak pertama bagi misi antariksa paling ambisius dalam sejarah peradaban: pendaratan manusia di Mars.
Gambar 1. Mozaik potret diri Curiosity di dasar kawah Gale, disusun dengan sejumlah citra dari kamera MastCam. Sumber : NASA, 2012.
Robot penjelajah seukuran 2,9 x 2,7 meter dengan berat 900 kg yang memiliki enam roda dengan chasis dan suspensi khusus ini adalah robot semi-otomatis yang mengemban 8 tugas: pertama, menginventarisir kemungkinan adanya senyawa organik di Mars. Kedua, menginventarisir kemungkinan adanya senyawa kunci kehidupan (mengandung karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor dan belerang sekaligus). Ketiga, mengidentifikasi kemungkinan adanya jejak senyawa-senyawa kunci dari proses metabolisme makhluk hidup. Keempat, mengidentifikasi komposisi kimiawi, isotopis dan mineralogis dari material geologis di permukaan dan bawah permukaan dangkal Mars. Kelima, menginterpretasi proses-proses yang membentuk dan memodifikasi batuan/tanah Mars. Keenam, menyelidiki proses evolusi atmosfer Mars dalam jangka panjang (4 milyar tahun terakhir). Ketujuh, menentukan kondisi terkini air dan bekuan/cairan karbondioksida Mars beserta siklus dan distribusinya.
Dan kedelapan adalah memetakan karakter radiasi kosmik yang mengguyur permukaan, apakah dari pusat galaksi, sinar kosmis, proton Matahari maupun neutron sekunder.
Meski bukanlah tetangga terdekat dengan Bumi, Mars menjadi tujuan berbagai misi antariksa raksasa-raksasa langit terkini seperti AS, Rusia, Uni Eropa, Cina dan (kelak) India. Misi antariksa Mars selalu berupa misi orbital (terbang pada ketinggian beberapa ratus kilometer di atas permukaan Mars) dan misi pendaratan. Planet yang ukurannya hanya separuh Bumi dengan permukaan nyaris diliputi warna kemerahan akibat berlebihnya konsentrasi mineral besi di permukaannya ini menjadi favorit manusia karena karakteristik permukaannya banyak yang menyerupai Bumi, mulai dari periode rotasi rata-ratanya yang 24 jam 36 menit (bandingkan dengan Bumi yang rata-rata 23 jam 56 menit) hingga ketersediaan cadangan air meski dalam bentuk permafrost (bekuan abadi) yang terbenam jauh di bawah permukaan tanah Mars. Pada saat ini terdapat empat misi antariksa Mars yang masih aktif, masing-masing satelit Mars Odyssey (beroperasi sejak 2001), satelit Mars Reconaissance Orbiter (beroperasi sejak 2006), robot penjelajah Opportunity (beroperasi sejak 2004) dan satelit Mars Express (beroperasi sejak 2003). Tiga misi antariksa pertama dikelola NASA sementara Mars Express dikemudikan badan antariksa Uni Eropa (ESA).
Gambar 2.
Penyekat panas Curiosity setelah dilepas, berdasarkan pantauan satelit Mars Reconaissance Orbiter.
Sumber : NASA, 2012.
Namun mengelola misi antariksa Mars bukanlah perkara mudah. Kalangan astronom dan insinyur antariksa kerap berseloroh tentang kutukan Mars (Mars curse). Faktanya, dari setiap 3 misi antariksa Mars maka satu diantaranya pasti gagal, yang disebabkan oleh faktor-faktor di Bumi, di sepanjang rute Bumi-Mars maupun saat di Mars. Kegagalan terkini yang menyesakkan dada dialami misi gabungan Rusia-Cina bertajuk Phobos-Grunt, saat kendaraan jumbo itu (bobot 13,5 ton) macet di orbit Bumi sesaat setelah berhasil diterbangkan pada 8 November 2011 lalu. Setelah terperangkap dan hanya bisa berputar-putar mengelilingi Bumi selama tiga bulan berturut-turut, Phobos-Grunt akhirnya jatuh tersungkur ke Samudera Pasifik bagian timur pada 16 Januari 2012 lalu sekaligus menamatkan riwayat misi antarika berbiaya Rp 1,7 trilyun itu (dengan asumsi US $ 1 = Rp 9.500).
Curiosity meluncur memanfaatkan peristiwa kesejajaran Bumi-Mars yang hanya terjadi setiap dua tahun. Dalam kesejajaran ini, jarak Bumi-Mars adalah yang terpendek sehingga waktu tempuhnya menjadi tersingkat sekaligus termurah. Guna lebih menghemat biaya, NASA memutuskan untuk mengirim langsung Curiosity ke permukaan Mars tanpa harus didului terbang mengelilingi Mars pada ketinggian beberapa ratus kilometer di atas permukaan planet merah itu. Rute terbang langsung ini menghemat jumlah bahan bakar roket yang digunakan dan sekaligus menghemat waktu yang ujung-ujungnya lebih menghemat biaya juga. Rute terbang langsung ini sudah teruji sejak pendaratan Mars Pathfinder (1997) hingga Mars Exploration Rover (2004).
Penghematan adalah mantra baru yang ampuh bekerja di lingkungan NASA setelah badan antariksa itu terkena serangkaian pemotongan demi pemotongan anggaran pasca usainya program Apollo ke Bulan. Pemotongan paling brutal terjadi di masa kini oleh pemerintahan Obama seiring hantaman krisis global, membuat anggaran NASA tak lebih besar dibanding budget marketing waralaba sekelas McD. Begitupun, secara keseluruhan Curiosity menelan ongkos Rp 21,9 trilyun yang menjadikannya misi antariksa milik NASA yang paling mahal sejak 1990-an. Akibatnya misi antariksa Curiosity harus diongkosi dengan pembiayaan multitahun.
Gambar 3.
Curiosity saat masih tergantung dengan parasut supersoniknya, berdasarkan pantauan satelit Mars Reconaissance Orbiter.
Sumber : NASA, 2012.
Pendaratan Curiosity ke Mars, yang akan berlangsung pada 6 Agustus 2012 pukul 12:31 WIB sekaligus menjadi pertaruhan termahal bagi NASA seiring penggunaan teknologi pendarat yang belum teruji. Karena bobotnya, Curiosity tidak bisa memanfaatkan teknologi pendaratan kantung udara (airbag) yang digunakan NASA selama 15 tahun terakhir. Di sisi lain Curiosity juga tidak bisa menggunakan model pendaratan roket retro seperti yang misi Viking pada 1976. Musababnya semburan gas buang roket retro cukup kuat yang membuat tanah Mars terdekomposisi dan akhirnya mengacaukan hasil penyelidikan tanah Mars di lokasi pendaratan secara keseluruhan. Terlebih Curiosity harus didaratkan secara presisi, yakni hanya dalam lingkaran berdiameter 20 km di dasar kawah Gale yang berkedalaman 4,5 km dan terletak 4 derajat di selatan ekuator Mars. Tantangan ini memaksa insinyur NASA merancang sistem pendaratan derek antariksa (skycrane) yang belum pernah ada sebelumnya.
Proses pendaratan Curiosity memakan waktu tujuh menit dan berada di luar jangkauan stasiun-stasiun komunikasi global NASA sehingga NASA menyebutnya “teror tujuh menit.” Rangkaian pendaratan dimulai sejak masuknya Curiosity (yang masih berada dalam cangkangnya) ke atmosfer Mars. Dengan sudut yang tepat dan memperhitungkan tipisnya atmosfer Mars (tekanan udara Mars 100m kali lebih kecil dibanding Bumi), gaya hambat atmosfer Mars terhadap Curiosity akan mengurangi kecepatannya dari semula 21.000 km/jam menjadi tinggal 1.700 km/jam. Konsekuensinya cangkang Curiosity menderita pemanasan hebat hingga mencapai suhu 1.600 derajat Celcius, yang ditahan sepenuhnya oleh penyekat panas terbesar sepanjang sejarah karena diameternya 4,5 meter.
Gambar 4.
Curiosity (tanda panah) setelah mendarat, berdasarkan pantauan satelit Mars Reconaissance Orbiter.
Sumber : NASA, 2012.
Setelah tiba di ketinggian 7 km, parasut supersonik berukuran besar terbuka dan bertugas memperlambat kecepatan Curiosity menjadi tinggal 360 km/jam. Parasut supersonik memiliki lebar 16 meter, tinggi 50 meter dan ditopang oleh 50 tali kuat. Selama parasut terkembang, penyekat panas yang semula melindungi Curiosity dibuang, sehingga untuk pertama kalinya robot ini menghirup udara Mars. Pada ketinggian 1,8 km, parasut dan sisa cangkang Curiosity terlepas sepenuhnya dan robot kini hanya ditopang oleh sebuah platform dengan 8 roket pengerem yang segera bekerja penuh dan bertugas memperlambat kecepatan dari 360 km/jam menjadi 3,2 km/jam. Menjelang sampai ke permukaan, derek antariksa bekerja sehingga Curiosity secara perlahan mulai diturunkan hingga 20 meter di bawah platform menggunakan 3 utas kabel kuat. Segera kemudian platform memaksimalkan kerja roket pengeremnya sehingga Curosity akan menyentuh permukaan tanah Mars dengan kecepatan hanya 3,2 km/jam. Setelah bertahan selama 2 detik guna memastikan Curiosity benar-benar menyentuh tanah keras, platform memutuskan 3 utas kabelnya sekaligus mengangkasa kembali untuk kemudian membuang diri ke tempat yang jauh.
Meski nampak unik dan canggih, teknologi derek antariksa tidak memberikan secuil ruang pun bagi kesalahan teknis. Sekali saja ada masalah teknis dalam proses teror tujuh menit tersebut, Curiosity bakal jatuh terhempas dengan keras. Mujurnya, semua bekerja dengan baik. Sehingga teror tujuh menit pun dipungkasi dengan kabar gembira : Curiosity mendarat dengan selamat di tujuannya pada 5 Agustus 2012 pukul 22:14 waktu California (6 Agustus 2012 pukul 12:14 WIB). Dengan jarak Bumi-Mars saat itu 249 juta km, kita di Bumi baru menerima kabar keberhasilan ini dalam 14 menit kemudian.

Sabtu, 11 Agustus 2012

"Morpheus" Terbakar saat Sesi Tes NASA


nasa,wahana luar angkasa,pesawat luar angkasa

Beberapa hari setelah sukses mendaratkan robot Curiosity ke Planet Mars, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengalami kemunduran. Prototipe yang tengah disiapkan untuk misi ke Bulan, "Morpheus", hancur dan terbakar saat sesi tes di Kennedy Space Center, Florida, Kamis (9/8).
Dari video yang dirilis NASA TV, Morpheus yang berbentuk seperti tiga bola dalam satu segitiga dan memiliki empat kaki, sempat melayang setinggi tiga meter. Tapi akhirnya prototipe dengan bobot 1.043 kilogram ini terbalik, jatuh, dan terbakar.
Api langsung memakan seluruh tubuh Morpheus mengingat keempat tankinya berisi oksigen dan metana cair. Dikatakan Project Manager dari Johnson Space Center Jon Olansen, pihaknya sudah mengantisipasi kegagalan seperti ini. "Jadi, saat ini kami punya kendaraan (Morpheus) kedua yang tengah dalam pengerjaan."
"Kami akan segera mempelajari mengenai apa yang terjadi hari ini dan bersiap untuk tes berikutnya," tambah Olansen.
Morpheus -diambil dari nama Dewa Mimpi Yunani- merupakan prototipe dari Proyek Morpheus. Wahana luar angkasa ini dibawa ke Kennedy Space Center sejak dua pekan lalu dengan mesin yang menggunakan oksigen dan metana cair. Teknologi ini diyakini memiliki keuntungan untuk pendaratan di luar angkasa.
Program Morpheus memakan biaya US$7 juta (lebih dari Rp66 miliar). Wahana yang terbakar itu sendiri "cuma" bernilai US$500 ribu (Rp4,7 miliar). Angka ini tergolong kecil untuk proyek luar angkasa NASA.
"Saat ini kami masih melihat data yang ada. Kami akan menyediakan informasi lagi seiring dengan berjalannya investigasi," kata Olansen.
Tes dengan wahana cadangan berikutnya diperkirakan akan digelar sekitar dua atau tiga bulan mendatang. Ditambahkan Olansen, jika kegagalan Kamis kemarin tidak akan terulang.

Jumat, 10 Agustus 2012

15 Foto Paling Monumental dari NASA


Tiga dekade masa keemasan badan antariksa Amerika, NASA, bisa dikatakan telah berakhir semenjak tahun lalu. Misi demi misi yang mereka lakukan telah memberi banyak pengetahuan kepada manusia mengenai angkasa yang maha luas dan penuh misteri. Inilah sebagian dari momen-momen penting dan bersejarah yang telah dicapai oleh umat manusia dalam usahanya menguak misteri luar angkasa.

#1 Buzz Aldrin di bulan / 1969

Foto ikonik dan terbaik dari manusia-manusia pertama yang mendarat di bulan. Banyak Astronot sekarang mengikuti pose Buzz Aldrin yang membengkokan tangannya di foto tersebut walaupun tidak ada alasan yang jelas.

#2 Pilar-pilar Penciptaan / 1995

Banyak yang mengakui bahwa ini adalah foto terbaik yang pernah ditangkap oleh kamera Hubble. Gambar tersebut adalah gambar menakjubkan dari porses lahirnya bintang di Eagle Nebula.

#3 Sisa-sisa Kehidupan Challenger (STS 51-L) / 1986

Pemandangan sisa asap tebal dari pesawat Challenger yang hancur setelah 73 detik lepas landas pada tanggal 28 Januari 1986. Kejadian ini mengejutkan dan membuat sedih jutaan penonton yang melihat peristiwa ini secara langsung maupun melalui layar televisi.

#4 Hubble Ultra Deep Field / 2004

Gambar paling dalam dan sensitif dari Hubble yang diambil menggunakan jutaan-detik eksposur. Ada 10 ribu galaksi di dalam foto ini.

#5 Untehtered Spacewalk / 1984

Dalam foto ini terlihat Bruce McCandlsess II sedang berjalan-jalan di angkasa menggunakan Manned Maneuvering Unit. Saat itu ia lagi berada di jarak sekitar 90 meter dari pesawatnya.


#6 Presiden Nixon dan Kru Apollo 11 / 1969

Presiden Amerika Nixon menyambut Neil Armstrong, Michael Collins, dan Buzz Aldrin (kiri ke kanan) ketika mereka masih berada di ruang karantina.

#7 Irwin dan bendera di Hadley Base / 1971

Salah satu tujuan utama misi berangkatnya Apollo ke bulan adalah menunjukan wajah Amerika sebagai negara berteknologi superpower. Foto ini menjadi bukti keberhasilan misi Appolo 15 tersebut.

#8 Bumi dan Bulan / 1977

Ini adalah foto sejoli Bumi dan Bulan yang diambil dari jarak jauh untuk pertama kalinya. Diambil oleh Voyager 1 ketika wahana antariksa itu melayang menuju Jupiter pada tanggal 5 September 1977

#9 Sally Ride, STS-7 / 1983

Setelah dunia antariksa didominasi oleh kaum pria selama 2 dekade, Sally Ride memecahkan dominasi tersebut dengan menjadi wanita pertama yang berhasil keluar dari lapisan atmosfer bumi.

#10 X-15 / 1960

Pesawat ini telah dipakai sebanyak 199 kali untuk terbang tinggi ke ujung langit dari tahun 1959 hingga 1968. Salah satu pilotnya adalah Niel Amstrong yang masih muda (foto).

#11 Peluncuran Kapal Ulang-alik Pertama / 1981

Momen bersejarah meluncurnya kapal ulang-alik pertama di dunia Columbia pada tanggal 12 April 1981. Pesawat yang sama terus digunakan hingga 27 tahun kemudian.

#12 Komet Shoemaker-Levy / 1944

Teleskop Hubble mengabadikan tabrakan dahsyat antara komet Levy dan Planet Jupiter. Dampak tabrakan tersebut terlihat sebagai titik hitam di permukaan Jupiter.

#13 International Space Station / 2008

Foto dari objek buatan manusia terbesar yang melayang di luar angkasa, ISS.

#14 Volcano on Io / 1979

Salah satu penemuan penting dari Voyager 1 adalah sebuah ledakan gunung berapi di salah satu bulan Jupiter bernama Io. Ini adalah letusan gunung berapi pertama yang manusia pernah ketahui yang terjadi di luar angkasa.

#15 Ice on Europa / 1988

Penampakan permukaan Europa dari misi Galileo. Europa disini bukan benua eropa, melainkan salah satu bulan di Jupiter seperti Io. Dibawa es tebal ini terdapat lautan yang masih menjadi misteri bagi NASA.

Permukaan Mars sangat Mirip dengan Bumi



Gambar yang dikirim robot penjelajah Curiosity dari Mars telah mengungkapkan bahwa kawah tempat mendarat terlihat sangat mirip dengan Bumi.

"Kesan pertama yang Anda dapatkan adalah kawah yang terlihat dalam lanskap sangat mirip dengan Bumi," kata ilmuwan John Grotzinger dari Institut Teknologi California, Amerika Serikat.

Sejauh ini, Curiosity telah menunjukkan pemandangan terbaik dari targetnya sejak mendarat Ahad (5/8) malam lalu.

Pada foto-foto terbarunya, Curiosity memperlihatkan arah Utara cakrawala Mars. Saat menjelajah dengan jarak dekat ia memperlihatkan permukaan Mars yang berdebu hancur oleh pendorongnya. 

Ada kekhawatiran bahwa Curiosity terkontaminasi berdebu, tetapi para ilmuwan mengatakan bahwa itu tidak terjadi. "Kami melihat lapisan tipis debu, tapi tidak terlalu buruk," kata Justin Maki, ilmuwan di NASA Jet Propulsion Laboratory, yang mengelola misi senilai USD2,5 miliar itu.

Namun, para ilmuwan masih merasa dipusingkan terkait batuan dasar yang ditendang Curiosity. Pasalnya, jika informasi itu dapat diungkap, para ilmuwan akan lebih memahami lokasi pendaratannya.

Sejak mendarat, Curiosity telah mengirim satu set gambar resolusi rendah yang diambil oleh kamera kecil di bawah chassis dan kamera di ujung lengan robot. Kamera ini juga mengirimkan beberapa potong video berkualitas rendah 2,5 menit sejak mendarat.

Curiosity juga berhasil mengirim foto resolusi tinggi diambil menggunakan kamera navigasi (Navcam) yang disimpan pada satu alat seperti pemancar. Kombinasi alat tersebut mampu mengambil lanskap 360 derajat berwarna.

Grotzinger merasa dikejutkan dengan gambar pemandangan Mars yang muncul beragam. Tampaknya ada material lebih keras di bawah permukaan kerikil.

"Ini semacam membuat Anda merasa di rumah," katanya. "Kami sedang melihat sebuah tempat yang terasa benar-benar nyaman."

Mars, tentu saja, sangat berbeda dari Bumi. Ini adalah gurun dingin yang dibombardir oleh radiasi. Ada sejumlah tanda geologis yang menunjukkan Mars adalah tempat yang lebih hangat dan basah sekali waktu. Salah satu tujuan misi Curiosity ini adalah untuk mengetahui bagaimana 'Planet Merah' itu berubah.

Kamis, 09 Agustus 2012

Letak Robot Curiosity di Mars


Akhirnya NASA berhasil kembali mendaratkan Robot beroda enam yang bernama Curiosity di Mars pada hari Senin.6 Agustus 2012. Gambar diatas adalah letak mendaratnya Curiosity.

Inilah Foto Pertama Robot Curiosity di Mars



Berhasil mendarat di Mars, Senin (6/8/2012), robot Curiosity pun menyuguhkan bukti pertama keberhasilannya. Tentu bukan foto robot tersebut, tetapi setidaknya berupa foto bayangan dirinya di permukaan Mars.
Curiosity berhasil mengirimkan foto tersebut kepada Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang kemudian menyebarkannya lewat Twitter.
Foto tersebut dikirim beberapa menit setelah pendaratannya di Kawah Galem dekat ekuator atau khatulistiwa Mars dipastikan sukses. Curiosity mendarat pukul 01.31 EDT atau 12.31 WIB. Di Mars kira-kira sore hari sekitar pukul 15.00.
Dalam foto tersebut, Curiosity tampak sebagai bayangan hitam di tempat pendaratan yang tampak terang. Sementara itu, dalam akun Twitter @MarsCuriosity, NASA juga menyebarkan foto lain yang menggambarkan dirinya dengan roda yang dimiliki.
"Dulu ada satu langkah kecil. Sekarang ini ada enam roda besar. Inilah salah satu dari mereka di permukaan Mars," demikian tweet @MarsCuriosity.
Wahana ini ditargetkan meneliti molekul kehidupan di Mars yang ada serta evolusi Mars dari planet yang basah menjadi kering.

Beginilah Detik-detik Pendaratan Curiosity di Mars


Wahana antariksa Mars Science Laboratory beserta robot Curiosity akhirnya berhasil mendarat di permukaan Planet Mars yang selama ini paling membuat manusia penasaran.
Informasi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di situs situs webnya menyatakan bahwa Curiosity mendarat di Kawah Gale, di dekat ekuator atau garis khatulistiwa Mars, sekitar pukul 15.00 waktu Mars atau 12.31 WIB.
Curiosity berhasil menjejakkan diri di permukaan Mars setelah melalui proses mendebarkan yang disebut "Teror Tujuh Menit".
Begitu memasuki atmosfer Mars, wahana yang membawanya melakukan manuver untuk memperlambat kecepatan hingga ketinggian sekitar 11 kilometer dari permukaan Mars.
Kemudian parasut supersonik dikembangkan hingga wahana turun sampai ketinggian 1,6 kilometer. Wahana tersebut kemudian melepas retrorocket yang akan memandu pendaratan robot Curiosity yang dibawanya.
Retrorocket kemudian menurunkan robot Curiosity menggunakan tali nilon dengan teknik yang disebut "derek angkasa".
Begitu Curiosity menyentuh permukaan Mars, tali nilon yang digunakan dilepas dan retrorocket terbang menjauh.
Robot beroda enam itu pun mulai bergerak di permukaan Mars.
Curiosity diharapkan bisa meneliti molekul yang mendukung kehidupan di Mars sekaligus memecahkan misteri evolusi Mars. Keberhasilan ini juga menandai keberhasilan pertama mendaratkan robot beroda enam di Mars.

Sabtu, 04 Agustus 2012

5 Agustus, Curiosity Mulai Jelajahi Daratan Mars


mars science laboratory,msl ,curiosity,nasa,mars

Perangkat luar angkasa milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Mars Science Laboratory, akan mendarat di permukaan Planet Mars.
Rover yang biasa dikenal dengan nama "Curiosity" ini akan mengeksplorasi permukaan Mars demi kepentingan penelitian. Jika semua sesuai jadwal, Curiosity akan memulai misinya di permukaan planet merah pada 5 Agustus 2012. Dikatakan NASA, Senin (23/7) rover ini akan mendarat ke sebuah gunung, lebih dekat dari perkiraan sebelumnya.
Curiosity diluncurkan dari Bumi pada 26 November 2011. Dengan bobot 900 kilogram, memiliki enam kaki, satu lengan, dan menggunakan roda besi, Curiosity adalah mesin paling mutakhir buatan manusia yang dikirim ke planet lain.
Rover ini akan berfungsi sebagai mata dan telinga sekelompok ilmuwan internasional yang terdiri atas 350 orang. Tujuan utamanya adalah mendaki gunung setinggi 4.828 meter dan mengumpulkan bukti adanya kehidupan di Mars. Diharapkan juga, hasil penemuan Curiosity bisa menjawab pertanyaan suhu dan cuaca masa lampau Mars.
"Ini adalah mesin yang luar biasa," kata Michael Watkins dari Jet Propulsion Laboratory do La Canada Flintridge. Menurut Jeff Simmonds, peneliti dari misi Curiosity, pihaknya tengah membicarakan potensi penelitian jarak jauh dari Bumi.
Rover ini dikenal dengan resmi Mars Science Laboratory (MSL). Namun, lebih populer dengan Curiosity --nama yang diberikan gadis kelas 6 SD dari Kansas lewat kontes esai. Jika dilihat sekilas, rover ini bukan alat tepat untuk menggantikan posisi seorang geolog mengumpulkan batu di Mars. Tapi inspeksi dari alat ini menunjukkan jika dia memiliki sensitivitas seperti manusia.

Sabtu, 28 Juli 2012

Es di Greenland Meleleh Ekstrem




Pengamatan satelit Badan Antariksa Amerika Serikat NASA mengungkap bahwa es di Greenland meleleh secara massal. Pelelehan bahkan terjadi di wilayah terdingin dan tertinggi di Greenland, Summit Station. 

Tiga satelit NASA menunjukkan bahwa es yang menyelimuti Greenland meleleh mulai 8 Juli 2012 dan berlangsung selama empat hari. Lapisan es yang tebal tetap bertahan tak meleleh. 

Pelelehan es memang biasa terjadi di musim panas, tetapi fenomena ini mengejutkan sebab terjadi secara cepat dalam cakupan wilayah yang luas. Catatan inti es NASA menunjukkan apa yang pernah terjadi pada tahun 1889 dan terjadi setiap 150 tahun sekali.

"Ada pergerakan udara hangat yang melewati lapisan es Greenland dan melelehkannya," kata Tom Wagner seperti dikutip AP, Selasa (24/7/2012).

Area pelelehan es selama empat hari pelelehan cepat ini meningkat dari 40 persen lapisan es menjadi 97 persen. Ini memecahkan rekor. Pelelehan paling besar yang pernah terjadi selama tiga dekade terakhir hanya mencakup 55 persen area. 

Waigner yang merupakan peneliti es NASA mengatakan belum mengetahui lebih banyak tentang sebab pelelehan, tetapi tampaknya es akan membeku lagi.

Waleed Abdalati, juga dari NASA, mengatakan, "Jika kita melihat pelelehan terjadi di wilayah yang belum pernah kita lihat sebelumnya dalam jangka panjang, itu membuat Anda duduk dan berpikir apa yang terjadi."

Menurut Abdalati, apa yang terjadi saat ini menjadi sinyal tentang apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang.

Pada saat yang sama dengan pelelehan ini, gunung es raksasa di Petermann Glacier, wilayah utara Greenland, rubuh. National Snow and Ice Data Center juga menyatakan bahwa area yang tertutupi es Artik semakin menurun.

Sampai saat ini, ilmuwan belum mengetahui apakah pelelehan ini adalah fenomena langka "biasa" atau merupakan dampak perubahan iklim. Namun, tak bisa ditampik bahwa penurunan ketebalan lapisan es di Greenland adalah dampak perubahan iklim. 

Thomas Mote, pakar iklim dari University of Georgia, mengatakan bahwa musim panas di Greenland tergolong tinggi temperaturnya. Ini dikarenakan tekanan tinggi yang ada di wilayah itu menyebabkan datangnya "udara panas".

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons