Jumat, 07 September 2012

Foto Baru Curiosity Untuk Pelajari Geologi Mars


Foto permukaan Mars yang diambil rover Curiosity
Setelah sukses mengirimkan foto permukaan planet Mars, kendaraan robotik atau rover milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang menjalankan misi di Mars, Curiosity, sampai pada target utama, Gunung Sharp.

Mengutip laman Daily Mail, foto terbaru yang dihasilkan oleh Curiosity menunjukkan lapisan batu dan tanah yang mirip dengan tingkatan merah dan abu-abu dari lembah terjal di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat. Wilayah bebatuan tersebut berada di sekitar dasar Gunung Sharp, di tengah luas kawah 96 mil.

Warna salah satu gambar yang diambil oleh kamera telephoto 100 mm Curiosity, satu dari 17 kamera,  ditingkatkan untuk menunjukkan suasana di bawah kondisi pencahayaan yang sama dengan Bumi. Ini yang membantu para ilmuwan untuk menganalisis medan.

Pada pengamatan sebelumnya, Mars telah menunjukkan lapisan yang mengandung tanah liat dan mineral lainnya yang biasanya terbentuk karena keberadaan air. Meskipun Mars sekarang menjadi planet gurun, jutaan tahun yang lalu permukaannya diduga dihiasi oleh lautan, danau dan air terjun.

Tanah serak di latar depan gambar utama merupakan daerah pendaratan, bernama Bradbury untuk menghormati penulis fiksi ilmiah Amerika tentang Planet Mars, Ray Bradbury, yang meninggal pada bulan Juni. Tanah tersebut nantinya naik sampai ke tepi kawah, yang terletak di belakang bidang bukit pasir gelap yang mengarah ke bawah Gunung Sharp.

Sedangkan puncak gunung Sharp mempunyai panjang sepuluh mil. Hal yang membuat NASA tertarik dari gambar Gunung Sharp ini adalah sifat khas dari lapisan batuan di lereng gunung. Meski dekat, lantai kawah adalah horisontal, salah satu tanah lebih tinggi telah direkayasa oleh ahli geologi selama jutaan tahun dan cenderung tajam, persis membalikkan fitur serupa yang ditemukan di Bumi.

Di wilayah Grand Canyon, misalnya, lapisan batu di dekat bagian bawah telah melengkung dan miring karena pergerakan lempeng tektonik bumi. Namun lapisan yang lebih baru di atas adalah horizontal.
Perbedaan pada Mars menunjukkan lapisan batuan telah diendapkan dengan cepat oleh angin atau arus yang hebat.

Sama halnya soal kemiringan yang mengejutkan dari bebatuan Mars, komposisinya telah membangkitkan minat ilmuwan yang berencana untuk
menggunakan kendaraan robotik Curiosity untuk mencari tanda-tanda kehidupan masa lalu, maupun kehidupan pada saat ini pada lapisan batuan.

Di antaranya adalah ChemCam, yang menggunakan laser untuk menguapkan sampel tanah dan batuan sebelum menganalisis penyusunan kimia.

Dengan progres terbaru ini, siapa pun yang menginginkan jawaban teka teki soal kehidupan di planet merah ini harus bersabar. Sebab, rover ini akan menghabiskan waktu hampir satu tahun untuk menjelajahi seluruh lereng gunung.

Nantinya, NASA ingin mengirim misi berawak dan seluruh sumber daya publikasinya untuk menjawab semua semua hal tentang Mars.

Ambisi dari NASA tersebut menjelaskan kenapa kemarin, badan antariksa tersebut sampai mengalunkan lagu lagu baru yang dilantunkan penyanyi Will.i.am dari Black Eyed Peas, untuk dilantunkan dari rover tersebut. NASA seperti ingin membuat pernyataan, bahkan untuk pertama kalinya lagu pop di-broadcast di planet lain.

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons