Tampilkan postingan dengan label Solar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Mengenal Jenis Ledakan Matahari

detail berita


Solar flare atau ledakan Matahari adalah ledakan raksasa yang terjadi di Matahari. Ledakan yang berkaitan dengan badai Matahari ini melontarkan energi, cahaya dan partikel berkecepatan tinggi ke luar angkasa.

Ledakan Matahari ini terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan besar kekuatannya. Paling rendah adalah kelas A, selanjutnya diikuti oleh kelas B, C, M dan X. Ini serupa dengan skala richter yang digunakan untuk mengukur gempa Bumi, setiap huruf mewakili peningkatan kekuatan sebesar sepuluh kali lipat. Demikian diwartakan Nasa, Selasa (31/7/2012).

Kelas C dan ledakan Matahari yang lebih kecil terlalu lemah untuk bisa memengaruhi Bumi. Namun, kelas M yang merupakan ledakan Matahari tingkat menengah berpotensi menyebabkan matinya gelombang radio di kutub dan badai radiasi kecil yang bisa membahayakan astronot.

Tingkatan X yang tertinggi merupakan ledakan Matahari dengan kekuatan terbesar. Ledakan di tingkat ini bisa menimbulkan badai radiasi yang berlangsung cukup lama.

Badai radiasi ini memiliki potensi untuk mengganggu satelit, sistem komunikasi dan teknologi yang berada di atas permukaan tanah. Namun, Bumi memiliki lapisan magnetosfer sebagai pelindung.

Biasanya, lapisan medan magnet yang menyelimuti Bumi ini sudah bisa menyerap radiasi berbahaya dari Matahari, serta mencegahnya menjangkau kehidupan di Bumi.

Minggu, 22 Juli 2012

Citra panas Matahari tampak bagai lukisan Van Gogh.


Citra panas Matahari tampak bagai lukisan Van Gogh.


Peta penyebaran panas Matahari terbaru yang dirilis Badan Antariksa Amerika Serikat NASA tidak hanya informatif, tetapi juga unik, tampak bak lukisan Van Gogh.

Setiap piksel dalam peta tersebut menyuguhkan informasi tentang bagaimana temperatur di Matahari berubah, juga menunjukkan mekanisme yang memacu perubahan temperatur di atmosfer Matahari, korona.

Peta tersebut dibuat oleh Nicholeen Viall, ilmuwan NASA di Goddard Space Flight Center. Untuk membuatnya, Viall menggunakan fasilitas yang ada pada Solar Dynamics Observatory yang mempu menggabungkan cahaya dari 10 panjang gelombang yang berbeda.

Dari peta, terlihat daerah yang memanas atau mendingin dalam periode 12 jam. Warna merah, kuning dan oranye menunjukkan daerah yang lebih rendah temperaturnya. Karena citra diambil dengan exposure lambat, Viall mengatakan bahwa area Matahari cenderung memanas dengan cepat dan mendingin lebih lambat.

Minggu, 08 Juli 2012

Green Flash - Fenomena Munculnya Cahaya Hijau Diatas Matahari


penjelasan fenomena cahaya matahari green flash - blog misteri cerita tentang dunia


Green Flash atau disebut juga emerald sunset adalah munculnya cahaya berwarna hijau saat matahari tenggelam dan terbit. Kata flash dari fenomena ini menunjukkan bahwa cahaya yang muncul dalam waktu singkat, yaitu 1 - 2 detik saja.
Green flash terjadi karena adanya refraksi atau pembelokan cahaya matahari oleh prisma, prisma yang dimaksud disini adalah prisma dalam bidang ke-optik-an, yaitu prisma yang dapat membiaskan dan membelokkan cahaya, seperti prisma kaca yang membiaskan cahaya putih menjadi pelangi. Di alam prisma ini terjadi dari titik titik air dalam bentuk tertentu yang hasilnya adalah pembiasan yang warnanya pembalikan dari pelangi

saat sinar matahari ini mulai melewati prisma, cahaya ini bergerak lebih lambat di lapisan udara bawah karena lapisan udara ketebalan prisma tadi lebih tebal daripada lapisan prisma di lapisan udara atasnya. Ini mengakibatkan cahaya tadi dibelokkan secara melengkung lebih dominan keatas dan pembiasannya terbalik seperti di fenomena double rainbow

karena matahari berwarna kuning atau orange pada saat terbit dan tenggelam, maka pembiasan di daerah bawah (warna merah, kuning dan jingga) tidak terlihat.
Dan pembiasan di daerah atas (warna hijau, biru, ungu) yang dapat terlihat karena kontras dengan warna matahari. Tetapi karena cahaya biru dan ungu terbilang warna gelap maka seringkali tidak terlihat. Dan hanya cahaya hijau muda lah yang gampang terlihat, karenanya fenomena ini disebut green flash


penjelasan fenomena cahaya matahari green flash - blog misteri cerita tentang dunia

penjelasan fenomena cahaya matahari green flash - blog misteri cerita tentang dunia


Minggu, 29 April 2012

Kenapa Atmosfer Matahari Lebih Panas Dari Permukaannya?



Akhirnya, para ilmuwan bisa menjawab misteri seputar atmosfer matahari yang memiliki temperatur lebih tinggi daripada permukaan matahari. Jawabannya ada di pancaran plasma yang berasal dari permukaan matahari.

"Selalu jadi teka-teki ketika kita mencari tahu alasannya," kata Scott McIntosh, ahli fisika bidang cahaya matahari dari High Altitude Observatory, High Altitude Observatory of the National Center for Atmospheric Research (NCAR), Boulder. McIntosh melakukan penelitian bersama ilmuwan dari Lockheed Martin's Solar and Astrophysics Laboratory (LMSAL), NCAR, and the University of Oslo. Penelitian ini didukung NASA dan National Science Foundation (NSF), sponsor NCAR.

Selama beberapa dekade, ilmuwan selalu mencari jawaban misteri tersebut. Selama itu pula, ilmuwan percaya kalau spikula, pancaran plasma dari permukaan matahari ke atmosfer, dapat membawa panas ke korono. Akana tetapi, sebuah temuan pada tahun 1980-an membantah hal itu. Ilmuwan kala itu mendapati kalau spikula tidak mampu mencapai temperatur korona.

"Pemanasan spikula hingga jutaan derajat belum pernah dilakukan secara langsung, jadi peran mereka dalam memanaskan di korona diabaikan," kata Bart De Pontieu, pemimpin penelitian dan ahli fisika bidang cahaya matahari dari LMSAL.

Tahun 2007, McIntosh dan Pontieu berhasil menemukan spikula jenis baru yang bergerak lebih cepat dan berumur lebih pendek daripada spikula biasa. Spikula yang baru ditemukan ini memancar ke atas dengan kecepatan tinggi, bisa mencapai 100 kilometer per detik, sebelum menghilang. Karena karakteristiknya itu, ilmuwan menerka spikula "tipe 2" ini sangat panas. Tapi, kala itu mereka belum dapat membuktikannya.

Para peneliti kemudian menggunakan pengamatan baru yang diperoleh dari Atmospheric Imaging Assembly yang ada di Solar Dynamics Observatory milik NASA serta Solar Optical Telescope pada satelit Jepang Hinode. Tujuan mereka adalah menguji hipotesis kalau spikula "tipe 2" itu benar-benar panas.

"Penelitian kami mengungkapkan, untuk pertama kali, hubungan antara plasma yang dipanaskan hingga jutaan derajat dan spikula yang menempatkan plasma ini ke korona," kata McIntosh. Temuan baru ini mengubah teori pemanasan yang terjadi pada korona. 

Misi NASA bernama Interface Region Imaging Spectograph, yang akan diluncurkan 2012 nanti, akan menyediakan data mengenai temperatur dan medan magnet antara fotosfer dan korona. Para peneliti berharap bisa mengungkap lebih banyak mengenai pemanasan spikula dan mekanisme kemunculannya.

Jumat, 27 April 2012

SolO, Satelit yang Didesain Dekati Matahari


Perusahaan asal Inggris akan memimpin pembuatan Solar Orbiter (SolO). SolO sebuah pesawat luar angkasa yang akan melakukan perjalanan lebih dekat ke matahari daripada satelit yang ada saat ini.

SolO akan mengambil gambar dan melakukan pengukuran dari dalam orbit Merkurius, untuk mendapatkan wawasan baru tentang apa yang mendorong pergerakan dinamis bintang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons