Jumat, 29 Juni 2012

Pelangi Ganda Terlihat tertangkap Satelit NASA

Melihat pelangi, meski kini sudah jarang terjadi perkotaan, mungkin sudah sangat biasa. Tapi, bagaimana dengan dua pelangi sekaligus yang dilihat dari luar angkasa? Kiranya inilah namanya keindahan.

Wahana antariksa milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, Aqua Satellite, berhasil mengambil citra pelangi ganda di atas wilayah Samudera Pasifik, tepatnya di dekat Pulau Guadalupe. Wahana antariksa itu mengambil pada 20 Juni 2012 lalu.

Dalam citra yang diambil, tampak dua garis semburat warna pelangi. Di dekatnya, terdapat awan von Karman cortex, jenis awan berbentuk spiral yang terbentuk karena adanya fluida yang mengalir. Terdapat pula awan stratocumulus.

Seperti diberitakan New Scientist, Rabu (27/6/2012), pelangi terbentuk karena awan stratocumulus merefleksikan energi Matahari. Awan mendifraksi cahaya Matahari ke satelit yang kemudian memisahkan cahaya ke masing-masing warna. Maka, terbentuklah pelangi tersebut.

Di luar soal pelangi ini, awan stratocumulus menarik perhatian para ilmuwan. Dipercaya bahwa dengan meningkatkan kemampuan awan jenis memantulkan energi, ilmuwan mampu mengembangkan rekayasa untuk mengatasi perubahan iklim.

Ayo, Ramai-ramai Kirim Pesan ke Alien


Ilmuwan bersama National Geographic Channel mengajak publik untuk membalas "Sinyal Wow!" yang diduga berasal dari alien. Publik bisa mengirim pesan sepanjang maksimal 140 karakter lewat Twitter pada Sabtu (30/6/2012) pukul 8.00-15.00 WIB dengan hashtag #ChasingUFOs.
Sinyal Wow! adalah satu-satunya sinyal yang ditangkap pada tahun 1977 saat ilmuwan melaksanakan misi mencari tanda-tanda kehidupan di luar angkasa lewat misi Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI). Sinyal itu tertangkap di antara sekian noise data.
Saat itu, observatorium di Ohio State University, AS menangkap transmisi radio sepanjang 72 detik yang datang dari rasi Sagitarius. Saat puncaknya, transmisi tersebut 30 kali lebih kuat dari ambien radiasi dari angkasa sehingga astronom Jerry Ehman sempat menuliskan kata "Wow" di print-out sinyal.
Menurut rencana, respon publik berupa tweet yang terkumpul nantinya akan dijadikan satu pesan dan kemudian dikirim ke wilayah yang menjadi asal pesan itu. Pesan akan dikirim pada 15 Agustus 2012 nanti, tepat 35 tahun setelah Sinyal Wow! diterima.
"Kami sedang bekerja dengan Arecibo Observatory untuk mengembangkan cara mengenkripsi transmisi. Transmisi sebelumnya fokus pada kesederhanaan pesan, tetapi saat ini lebih pada upaya membuat pesan kompleks tapi bisa ditangkap," kata Kristin Montalbano, juru bicara National Geographic Channel.

"Kita akan menggunakan kode biner," sambung Montalbano seperti dikutip Life's Little Mysteries, Senin (25/6/2012). Lebih lanjut, ia berharap pesan yang dikirimkan berhasil ditangkap oleh alien, jika memang ada, di tengah banyaknya noise.

Montalbano menuturkan, jika memang alien ada, maka pasti ilmuwan di dunia alien nantinya akan merasa tertantang untuk memecahkan sinyal yang dikirim dan berusaha memahami bahasa yang dipakai oleh manusia.

"Pastinya menemukan sinyal dari makhluk cerdas dari planet lain akan menjadi momen khusus bagi mereka dan memberi dampak, mengasumsikan bahwa mereka belum mengenal kita sebelumnya atau mungkin sudah follow kita di Twitter," ungkap Montalbano.

Menurut Montalbano, jika memang alien adalah pengirim sinyal pada tahun 1977, maka pasti kehidupan cerdas ada di luar angkasa. Pasalnya, pengiriman pesan membutuhkan transmitor berdaya 2,2 Gigawatt atau sekitar 100 juta kali daya lampu rumah.

Titan Terbukti Punya Lautan

Keberadaan lautan di bawah permukaan Titan, bulan raksasa planet Saturnus, telah lama diduga. Dalam penelitian terbaru, NASA mengkonfirmasi bahwa lautan di bawah permukaan Titan memang benar-benar ada.

NASA melakukan studi dengan bantuan wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus sejak tahun 2004. Mereka memanfaatkan saat di mana Cassini melayang di jarak terdekat dengan Titan pada tahun 2006 dan 2011.

Riset fokus pada pengukuran gravitasi dan pengamatan fenomena pasang surut. Ilmuwan mengamati percepatan Cassini untuk mengukur gaya gravitasi. Pengukuran gravitasi akan membantu ilmuwan memecahkan misteri interior Titan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titan mudah menyusut dan meregang. Kecepatan deformasi tersebut menunjukkan bahwa interior Titan terdiri dari material yang fleksibel, berupa lautan.

"Lautan di bawah permukaan Titan sudah diperkirakan, tapi sebelumnya masih berupa spekulasi. Pengukuran ini menunjukkan pada Anda bahwa lautan itu memang ada," kata Luciano Iess, pimpinan studi dan pakar geodesi dari Università La Sapienza di Roma.

Lautan diperkirakan ada di 100 kilometer atau kurang dari permukaan Titan. Meski demikian, kedalaman dan komposisi lautan ini belum diketahui. Juga, belum diketahui apakah ada kehidupan di lautan itu.

"Kami belum bisa mengatakan kedalaman laut itu 10 kilometer atau 100 kilometer. Kami hanya tahu bahwa ada lautan di sana," ungkap Iess seperti dikutip Space, Kamis (28/6/2012).

"Pengukuran kami tidak dapat mengatakan apapun tentang adanya kehidupan di Titan, tapi ada banyak molekul organik di sana, dan ada air, jadi ada banyak komponen yang mendukung kehidupan," tambahnya.

Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Science, Kamis kemarin. Diketahui bahwa bukan hanya Titan yang memiliki lautan di bawah permukaan. Lautan juga diduga ada di satelit Jupiter, Ganymede, Callisto dan Europa.

Rabu, 27 Juni 2012

Planet Venus dan Bulan Sabit

Foto planet Venus diatas Bulan Sabit yg diambil di Manila, Filipina.
Image

Gempa 5.0 SR Melanda Cianjur


Gempa berkekuatan 5.0 skala Richter (SR), menguncang Cianjur, Jabar, hari ini pukul 12.00 WIB, dengan pusat gempa terletak di 55 kilometer barat daya Cianjur.

Meskipun tidak berdampak tsunami, ungkap para nelayan, mereka sempat terkejut karena melihat gelombang yang cukup tinggi dan teriakan dari darat tentang adanya gempa.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi, perihal kerusakan akibat gempa tersebut.

"Kami sempat melihat gelombang cukup tinggi ketika hendak melaut. Melihat hal tersebut, kami terpaksa mengurungkan niat dan kembali ke darat," kata Hadi (34) salah seorang nelayan.

Dia menambahkan, takut terjadi gempa susulan dan hal tidak diinginkan, ratusan nelayan terpaksa menambatkan perahunya didermaga setempat.

Mineral Baru Tersimpan di Meteorit Allende


Para ilmuwan mengungkap adanya mineral baru di meteorit Allende, meteorit yang sempat menimbulkan bola api di langit dan jatuh di Meksiko pada tahun 1969.
Dimuat dalam jurnal American Mineralogist, ilmuwan mengungkapkan bahwa mineral tersebut diberi nama panguite. Sejatinya, mineral itu adalah titanium dioksida namun dinamai sesuai nama dalam mitologi Cina terkait Yin dan Yang, Pan Gu.
Panguite dipercaya merupakan salah satu mineral tertua di Tata Surya, yang berusia 4,5 miliar tahun. Mineral tersebut tergolong refractory mineral, terbentuk di kondisi ekstrim di awal Tata Surya.
"Panguite adalah penemuan yang istimewa sebab bukan hanya mineral baru, tetapi juga material yang belum pernah dikenal dalam sains sebelumnya," ungkap Chi Ma, ilmuwan senior di California Institute of Technology.
Sampai sekarang, panguite belum pernah ditemukan di alam dan belum pernah juga dibuat di laboratorium. "Ini benar-benar baru dalam sains," tegas Chi Ma seperti dikutip Livescience, Rabu (27/6/2012).
Panguite ditemukan dengan analisis menggunakan mikroskop elektron. Analisis mengungkap komposisi mineral ini dan struktur kristalnya. Ke depan, penemuan ini bisa berguna bagi inovasi material baru.
Meteorit Allende yang menyimpan mineral ini merupakan jenis meteorit carbonaceous chondrites, sebuah meteorit yang diduga berasal dari sisa-sisa pembentukan planet. Allende diduga berasal dari sebuah asteroid di antara Mars dan Jupiter.
Kelompok meteorit Allende berupakan meteorit yang paling banyak dijumpai di Bumi. Chi Ma mengatakan, mempelajari meteorit ini sangat berguna untuk memahami asal susul Tata Surya. Selain Panguite, Chi Ma juga menemukan 8 mineral lainnya.

Selasa, 26 Juni 2012

Gerak Retrogade pada Merkurius Tahun Ini

Apakah kalian tau apa yang dimaksud Gerak Retrogade?. Gerak Retrogade adalah gerak suatu planet yang bergerak maju mundur/memutar. Gerak ini disebabkan oleh perbedaan kecepatan orbit planet di bumi. Gerak ini terjadi pada semua benda yang mengorbit matahari dengan orbit lebih jauh dari orbit bumi.
Pada tahun ini,fenomena ini akan kembali terjadi oleh planet Merkurius. Banyak orang berkata bahwa planet Merkurius tidak dapat mengalami Gerak Retrogade. Tetapi selama kami meniliti ternyata Merkurius akan mengalami gerakan ini.

Pada gambar diatas,lihatlah garis yang berputar. Itulah garis orbit Merkurius yang mengalami Gerakan Retrogade. Fenomena ini akan terjadi pada tanggal 1 Juli 2012 sampai 24 Agustus 2012. Tapi kalian harus melihatnya dengan bantuan teleskop
Pada tahun 2003 silam,gerakan ini juga terjadi pada planet Mars. Lihatlah gambar dibawah ini yang terjadi pada Planet Mars

Mikrosatelit Ampuh Prediksi Gempa 4 Hari Sebelum Terjadi


Munculnya bencana geologis seperti gempa, tsunami, dan gunung meletus memang tak bisa diperkirakan dengan pasti. Namun, ilmuwan terus berupaya agar bencana tersebut bisa diprediksi seakurat mungkin guna mencegah jatuhnya korban.

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, ilmuwan Indonesia yang berkarya di Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang, mengembangkan dua mikrosatelit bernama GAIA-I dan GAIA-II.

"Kedua mikrosatelit ini saya rancang untuk monitoring pergerakan kerak bumi di bawah program Center of Excellent Chiba University," ungkap Josaphat dalam e-mail beberapa waktu lalu.

GAIA-I akan mendukung pengamatan dengan cakupan luas, dengan resolusi ratusan bahkan ribuan kilometer. Sementara itu, GAIA-II akan mendukung pengamatan dengan cakupan terbatas, dengan resolusi 30-50 meter.

Informasi TEC untuk prediksi gempa


GAIA-I dilengkapi beberapa perangkat, salah satunya GPS-RO. Perangkat ini berguna mengetahui total electron contents (TEC) di sepanjang posisi gelombang mikro dari satelit navigasi lain, seperti GPS dan Glonnas.

"Informasi TEC ini akan digunakan untuk memprediksi terjadinya gempa bumi berkekuatan lebih dari M5 selama 3 atau 4 hari sebelum terjadinya gempa," papar Josaphat yang juga baru saja sukses mengembangkan pesawat tanpa awak terbesar di Asia.

Josaphat mengatakan, dalam 3-4 hari sebelum gempa besar, terjadi pergeseran kerak bumi yang memancarkan gelombang ULF dan radiasi radon. Pancaran tersebut memengaruhi aktivitas elektron di ionosfer, baik berupa pelepasan elektron maupun kenaikan suhu ionosfer.

Pada gilirannya, aktivitas elektron akan memengaruhi gelombang mikro yang dipancarkan satelit navigasi, seperti GPS, Galileo, dan Quasi Zenith Satellite. Gelombang inilah yang akan ditangkap oleh GAIA-I.

"GAIA-I akan mengestimasi letak satelit pengirim sehingga informasi refraksi hantaran gelombang dapat diturunkan. Informasi refraksi gelombang dapat dihubungkan langsung dengan aktivitas kerak bumi sehingga kita bisa prediksikan gempa," urai Josaphat.

Setelah GAIA-I memprediksi gempa dalam skala luas, GAIA-II akan membantu mengetahui lebih spesifik di mana gempa akan terjadi. Dengan demikian, upaya mengungsikan warga demi meminimalkan jatuhnya korban bisa dilakukan.

Untuk mendukung prediksi gempa dengan lebih akurat, Josaphat pun mengembangkan teknik pengolahan data sensor Differential SAR Interferometry (DInSAR). Teknik ini memiliki akurasi dalam skala milimeter hingga sentimeter.

Jawaban masalah prediksi gempa bumi

Saat ini, pengamatan aktivitas tektonik hanya mengandalkan perangkat GPS. Akibatnya, fenomena-fenomena inonosfer hanya dapat diamati di wilayah tepat di atas kontinental. Prediksi gempa pun hanya meliputi gempa daratan.

"GAIA-I mengelilingi bumi dan dapat menangkap gelombang ULF dan radiasi radon yang dipancarkan di lautan lepas. Dengan demikian, pengamatan pergerakan lapisan kerak bumi di laut lepas pun dapat dilakukan," papar Josaphat.

GAIA-I juga bisa berfungsi sebagai altimeter untuk mengukur ketinggian permukaan laut dan kecepatan gerak gelombang laut. Dengan demikian, GAIA-I juga bisa mengamati kejadian tsunami.

Josaphat menuturkan, "GAIA-I merupakan jawaban atas permasalahan selama ini untuk memprediksi gempa bumi dan aktivitas tektonik lapisan bumi." Baik gempa daratan maupun lautan, termasuk tsunami, bisa diprediksikan."

Malam Ini Puncak Hujan Meteor June Bootids

Satu lagi fenomena astronomi menarik pada bulan Juni 2012 akan terjadi malam ini. Hujan meteor June Bootids, nama fenomena itu, akan memuncak pada Selasa (26/6/2012) hingga Rabu (27/6/2012) dini hari.

"Shower ini memiliki radian di Rasi Bootes yang berada di langit belahan utara di mana ia sudah terbit saat menjelang malam dan akan terbenam lepas tengah malam," kata Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club lewat akun Facebook, Senin (25/6/2012).

Hujan meteor ini sebenarnya sudah dimulai sejak 22 Juni 2012 lalu, tetapi baru akan mencapai puncaknya malam ini. Setelah itu, hujan meteor ini masih bisa disaksikan hingga 2 Juli 2012 mendatang.

Mutoha mengungkapkan, induk kemunculan hujan meteor June Bootids adalah Komet 7P/Pons-Winnecke yang mengorbit Matahari setiap sekitar 6 tahun. Bumi melewati wilayah di mana terdapat debris komet ini sehingga hujan meteor pun terjadi.

Meteor dalam hujan meteor June Bootids adalah meteor yang lambat geraknya. Kecepatan gerak meteor "hanya" sekitar 18 km per detik. Hujan meteor ini sebenarnya paling baik dilihat di lintang utara Bumi, tetapi wilayah lintang selatan pun masih bisa melihat.

"Sebagian orang percaya bahwa karena komet induk dari hujan meteor ini melintas begitu dekat dengan Bumi pada 2008 maka tahun ini bisa menjadi tahun yang baik untuk pengamatan June Bootids," jelas Mutoha.

Pada tahun 1998 dan 2004, hujan meteor June Bootids begitu ramai. Ratusan meteor jatuh setiap jamnya. Tahun ini, hujan meteor June Bootids mungkin tak seramai itu, tetapi tetap menarik karena cuaca yang cukup mendukung dan kurangnya polusi cahaya Bulan.

Untuk melihatnya, cukup pergi ke tempat yang gelap dan lapang malam ini, sekitar setelah Matahari tenggelam hingga lewat tengah malam. Tak perlu teleskop, hujan meteor bisa disaksikan dengan mata telanjang, cukup mengarahkan pandangan ke utara.

Mutoha mengatakan, membawa bekal makanan dan minuman hangat serta mengamati beramai-ramai dengan teman akan lebih mengasyikkan. Tak lupa, mengenakan baju hangat agar pengamatan hujan meteor tak berbuah sakit di esok hari.

Blitar Diguncang Gempa Ringan

Warga Blitar, Jawa Timur dikagetkan dengan adanya gempa ringan yang terasa pada Selasa (26/6/2012) siang. Namun demikian gempa tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas maupun menimbulkan kepanikan warga. 

Suko Widodo, salah satu warga menuturkan, goncangan terjadi sekitar pukul 12.30WIB dan berlangsung dalam hitungan detik saja. Saat kejadian ia tengah berada di Kecamatan Sanan Kulon, Kota Blitar. "Gak sampai parah, hanya sempat kaget saja," kata Suko Widodo. 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan yang masuk terkait pusat gempa maupun kekuatan gempa ini. "Belum ada laporan yang masuk. Biasanya cepat, tumben ini lama (masuk informasinya)," ujar Katijan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blitar. 

Senin, 25 Juni 2012

Bola Misterius di Cincin Saturnus

Wahana antariksa Cassini berhasil menangkap citra bola misterius di cincin planet Saturnus. Bola misterius berukuran hampir 1 km itu seolah bergerak masuk dalam cincin Saturnus, meninggalkan ekor yang bercahaya di belakangnya. 

Citra hasil tangkapan Cassini ini dipresentasikan dalam pertemuan European Geosciences Union (GEU) di Vienna, Austria. Carl Murray yang merupakan anggota tim Cassini dari Queen Mary University of London di Inggris adalah peneliti yang mempresentasikan hal ini.

Bola misterius atau yang sebenarnya bola es ditangkap di cincin F planet Saturnus. Cincin F merupakan bagian terluar dari cincin Saturnus. Lokasi cincin ini 3000 km dari cincin A. Sementara, keliling cincin F sekitar 900.000 km. 

Ilmuwan mengatakan bahwa terbentuknya bola salju tak lepas dari peranan Prometheus, bulan Saturnus selebar 40 km. Gravitasi Prometheus berakibat pada pembentukan gumpalan es. Diasumsikan juga bahwa pasang surut pengaruh gravitasi menyebabkan gumpalan es bisa pecah.

"Kami mengetahui bahwa Prometheus, selain mampu memproduksi pola reguler, juga mampu memproduksi konsentrasi material di cincin Saturnus. Kami hanya menyebutnya bola salju raksasa," ungkap Murray seperti dikutip BBC pada Selasa (24/4/2012). 

"Dan jika ini bisa survive, karena Prometheus akan kembali ke titik yang sama di cincin F dan berinteraksi lagi, bola salju bisa tumbuh, dan bisa saja membentuk moonlet yang menabrak bagian inti dari cincin F," terang Murray.

Temuan bola raksasa ini adalah keberuntungan. Murray sedang mengamati Prometheus ketika akhirnya melihat ekor bercahaya yang tak mungkin berasal dari Prometheus itu sendiri. membingkar kembali arsip 20.000 citra, peneliti menemukan 500 citra serupa.

Murray mengungkapkan, bola raksasa ini menumbuk cincin F dengan kecepatan rendah, sekitar 2 meter per detik. Sementara itu, bola raksasa juga menghasilkan ekor bercahaya disebut jet yang panjangnya mencapai 40 - 180 kilometer. 

Fenomena di cincin Saturnus menarik perhatian para ilmuwan. Cincin Saturnus sendiri bisa menjadi model untuk mempelajari pembentukan Tata Surya. Beberapa fenomena di cincin Saturnus mungkin bisa memberi petunjuk tentang apa yang terjadi di tata surya 4,5 miliar tahun lalu.

Cassini adalah proyek kerjasama antara badan antariksa Amerika serikat, Eropa dan Italia. Cassini mulai memasuki orbit Saturnus pada tahun 2004. Direncanakan, misi Cassini akan berakhir tahun 2017, dimana Cassini akan 'bunuh diri' di atmosfer Saturnus.

Gempa Jawa

Image
Gempa kembali melanda pulau Jawa tepatnya di daerah Lamongan,Jawa Timur. Gempa ini terjadi tanggal 25 Juni 2012 pukul 13:43 WIB. Pusat gempa berada di darat 17 Km timur laut Lamongan dengan kedalaman 10 Km

Mars Sama Basah dengan Bumi

Sekian lama manusia mengira bahwa Mars adalah planet kering. Kini, studi terbaru membantahnya. Beberapa bagian di lapisan batuan Mars tertentu ternyata sama basahnya dengan Bumi.

Erick Hauri dari Carnegie Institution of Wahington menganalisis meteorit yang terbentuk di mantel Mars, sebuah lapisan di bawah kerak planet. Meteorit tersebut diketahui jatuh ke Bumi sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.

Analisis dilakukan dengan spektrometer massa ion. Lewat analisis, Hauri memperkirakan bahwa mantel dimana meteorit itu berasal mengandung air sebanyak 70-300 ppm. Sebagai perbandingan, mantel Bumi mengandung 50-300 ppm air. Jadi, mantel Mars dan Bumi sama basahnya.

"Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa air terlibat dalam pembentukan Mars dan bahwa planet itu mampu menyimpan air di lapisan batuannya selama masa diferensiasi planet," kata Hauri seperti dikutip Space, Minggu (24/6/2012).

Menurut Hauri, air yang ada di dalam lapisan batuan Mars ini pada masa lalu muncul ke permukaan. Gunung api di planet merah itu diduga menjadi "kendaraan" utama bagi air untuk mencapai permukaan.

Francis McCubbin dari University of New Mexico yang juga terlibat riset mengatakan bahwa riset ini tak hanya berhasil menjelaskan sejarah pembentukan Mars dan kandungan airnya, tetapi juga memberi perunjuk soal evolusi planet.

"Studi ini juga memberipenjelasan tentang mekanisme penyimpanan hidrogen di semua planet batuan pada saat mada pembentukannya," kata McCubbin.

Sabtu, 23 Juni 2012

Apakah Wajah Bulan Selalu Sama?


Periode rotasi Bulan tidak sama denga periode rotasi Bumi. Periode rotasi Bumi adalah 24 jam (1 hari), sementara periode rotasi Bulan adalah 27.3 hari.
Wajah bulan yang dilihat oleh seluruh manusia di Bumi, baik di Indonesia maupun di belahan Bumi lainnya selalu nampak sama.
Mengapa demikian? Wajah Bulan selalu pada sisi yang sama menghadap Bumi karena periode rotasi Bulan sama dengan periode revolusinya (waktu yang dibutuhkan untuk mengitari Bumi). Kenapa kedua periode ini bisa sama, disebabkan oleh fenomena yang dinamakan tidal locking atau penguncian pasang/gravitasi.
Fenomena penguncian gravitasi ini adalah fenomena umum dalam sistem gravitasi. Banyak satelit planet-planet lain juga terkunci gravitasi dengan planet induknya.
Kenapa fenomena tidal locking terjadi adalah karena adanya torsi yang diberikan Bumi kepada Bulan, dan Bulan bereaksi dengan menyesuaikan periode rotasinya sehingga tercapai kesetimbangan yaitu saat periode rotasinya sama dengan periode revolusinya.

Di Balik Redupnya Cincin Jupiter


Di malam yang cerah, kita memang bisa melihat Jupiter dan satelit-satelitnya berdansa di angkasa. Namun sayangnya keindahan cincin Jupiter tak bisa kita nikmati menggunakan teleskop. Tidak seperti cincin Saturnus memang yang terlihat jelas dari Bumi dengan teleskop kecil sekalipun. Cincin Jupiter memiliki beberapa komponen antara lain cincin halo, cincin utama dan cincin gossamer.
Cincin Halo merupakan bagian terdalam berupa awan tebal yang berada pada jarak 92 000 km – 122 500 km dari inti Jupiter. Bagian halo ini mengalami peningkatan inklinasi akibat interaksi dengan bidang magnet Jupiter. Komponen berikutnya adalah cincin utama yang lebih tipis dan sempit berada pada jarak 122500 km – 128940 km dari pusat Jupiter dengan ketebalan 30 km dari atas ke bawah. Pada bagian ini terdapat juga partikel-partikel besar yang mengisi bagian cincinnya.
Sistem cincin Jupiter. Orbit satelit-satelit dalam ditandai dalam gambar tersebut. Kredit : NASA/JPL/Cornell University
Komponen terakhir dari cincin Jupiter adalah cincin Gossamer yang redup dan terbagi atas dua bagian yakni Cincin Almathea (yang dekat ke Jupiter) dan Cincin Thebe. Cincin Almathea dimulai dari satelit Almathea ke bagian dalam Jupiter pada jarak 181000 km dan memiliki kecerlangan seragam. Sedangkan cincin Thebe yang berada di bagian terluar sampai dengan cincin Almathea berada pada jarak 222000 km dari Jupiter. Cincin ini lebih redup namun juga lebih tebal dibanding Cincin Almathea, namun jika dilihat dari citra resolusi tinggi yang diambil oleh Galileo, tepi atas dan bawah cincin Thebe akan terlihat lebih terang dibanding bagian pusatnya.
Cincin Jupiter memang redup jika dibandingkan dengan cincin Saturnus dan ia terbentuk dari materi yang gelap kemerah-merahan. Artinya, materi pembentuk cincin bukanlah es seperti di Saturnus melainkan batuan dan pecahan-pecahan debu. Citra yang diambil Voyager 2 menunjukan partikel pembentuk cincin sangatlah kecil dengan diameter hanya sekitar 10 mikrometer atau kurang dari itu. Bisa dikatakan partikel-partikel dalam cincin itu tak lebih besar dari partikel asap rokok atau debu rumah. Di bagian atas dan bawah cincin, terbentang awan partikel, medan elektrostatis yang terdorong keluar dari cincin oleh medan magnet Jupiter.
Jika dilihat dari letaknya, cincin Jupiter berada dalam batas Roche, sangat dekat dengan planet itu sendiri. Pada area ini satelit yang ada akan hancur akibat gaya gravitasi planet. Ini mengindikasikan kalau cincin Jupiter terbentuk dari satelit yang gagal. Selain itu, hasil pengamatan pesawat ruang angkasa Galileo juga menunjukan debu yang membentuk cincin berasal meteor yang menghantam permukaan satelit Jupiter. Selama 7 tahun perjalanannya, Galileo berhasil mendata ribuan tabrakan partikel dalam cincin Jupiter dari tahun 2002-2003.

Jumat, 22 Juni 2012

Dengan Rp1,5 Miliar Anda sudah Bisa ke Bulan


Berlibur ke luar angkasa? Wah, siapa yang menolak. Kini hanya dengan 100 juta pounds atau sekitar Rp1,5 miliar Anda sudah bisa mewujudkannya.

Salah satu perusahaan Inggris menawarkan liburan sekaligus berpetualang dalam suatu perjalanan ke Bulan. Perjalanan sejauh 500 ribu mil ini direncanakan dapat tersedia pada awal 2015.

Excalibur Almaz yang berbasis di Isle of Man mengumumkan tiket pariwisata luar angkasa ini akan memakan biaya 100 juta pounds atau Rp1,5 miliar. Jika rencana ini berhasil, Excalibur Almaz akan menjadi perusahaan ruang angkasa swasta Inggris yang pertama yang akan melakukan misi berawak ke Bulan sejak Apollo 17 pada 1972.

Perjalanan untuk tiga orang ini akan terbang ke Bulan, mengorbit di permukaan Bulan, dan kembali dengan selamat ke Bumi. Sebelumnya, Excalibur Almaz telah mengakuisisi dua stasiun ruang angkasa Soviet yang dirancang untuk operasi mata-mata orbital. Sebanyak empat kapsul RRVs akan mengangkut tiga orang sekaligus ke stasiun ruang angkasa untuk mengorbit dan mengembalikan mereka ke Bumi.

Sebagian besar proses sebenarnya akan dikendalikan komputer. Sebelumnya pun, akan diperlukan beberapa pelatihan untuk pengunjung yang disediakan dalam paket.

Kala berbicara di untuk Royal Aeronautical Society di London, Art Dula, pendiri dan kepala eksekutif perusahaan antariksa AS, menguraikan rencana ambisiusnya tersebut. Dula menekankan bahwa misi ke Bulan jauh melampaui 'pariwisata luar angkasa' yang ditawarkan oleh Sir Richard Branson melalui Virgin Galactic.

"Perjalanan ini lebih berupa 'ekspedisi pribadi' daripada tur wisata. Excalibur Almaz bersedia dan mampu untuk mengirimkan misi berawak ke luar angkasa lebih menarik daripada tawaran yang telah ada selama ini," kata Dula.

Pihak pemasar pun memperkirakan sekitar 30 pariwisata ke Bulan akan tersedia antara 2012 dan 2025.

Pasangan Planet, Jarak Dekat Beda Jauh


Para astronom baru saja menemukan dua planet ekstrasolar baru yang mengorbit bintang Kepler-36. Dua planet ekstrasolar tersebut berjarak sangat dekat satu sama lain seperti layaknya pasangan tetapi memiliki perbedaan yang sangat besar.

Kepler-36b dan Kepler-36c adalah nama dua planet ekstrasolar yang ditemukan. Keduanya berjarak 1200 tahun cahaya dari Bumi. Keduanya sangat dekat, jarak terdekat yang bisa dicapai adalah 1,9 juta kilometer atau 5 kali jarak Bumi-Bulan, lebih dekat dari pasangan planet manapun.

Waktu revolusi planet tak jauh berbeda. Dengan jarak 18 juta kilometer dari bintangnya, Kepler-36b berevolusi selama 14 hari. Sementara, Kepler-36c mengelilingi bintangnya dalam periode 16 hari pada jarak 19 juta kilometer.

Para astronom semula menduga bahwa dengan jarak berdekatan, kedua planet punya karakteristik yang sama. Tapi, ternyata keduanya berbeda jauh. Kepler 36-b ialah planet batuan bermassa 4,5 kali massa Bumi sedangkan Kepler-36c adalah plant gas seukuran Neptunus bermassa 8 kali Bumi.

Kepler-36b berukuran 1,5 kali lebih lebar dari Bumi. Komposisi planet ini terdiri dari 30 persen besi, 15 persen air dan gas atmosfer Hidrogen dan Helium sekitar 1 persen. Kepler-36c memiliki lebar 3,7 kali Bumi, terdiri atas inti padat diselubungi atmosfer tebal Hidrogen dan Helium.

"Planet ini berbeda satu sama lain. Hanya ada 10 persen perbedaan dalam jarak mereka ke bintangnya, tapi densitasnya berbeda dengan faktor 8," kata Josh Carter dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics seperti dikutip Discovery, Kamis (21/6/2012).

"Saya kira ini menarik. Ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana planet ini mendapatkan atmosfernya. Mungkin satu tak begitu banyak mendapat sementara yang lain mendapatkannya secara berlebihan," tambah Andrew Youdin, juga dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.

Pertanyaan yang juga muncul adalah tentang pembentukan kedua planet ini. Menurut astronom, Kepler-36b mungkin terbentuk di dekat bintangnya sedangkan Kepler-36c terbentuk di jarak yang lebih jauh tetapi kemudian bermigrasi ke dekat bintangnya.

Punya pemandangan indah

Tinggal di Kepler-36b dan Kepler-36c, pemandangan indah akan bisa dinikmati. Setiap 97 hari, planet akan mengalami konjungsi satu sama lain. Saat konjungsi, planet tetangga dekatnya akan tampak seperti bulan purnama.

"Planet c akan tampak sekitar 2,5 kali ukuran bulan purnama ketika dilihat dari permukaan planet b. Sebaliknya, planet b akan tampak seukuran bulan purnama dari planet c," kata Carter seperti dikutip Space, Kamis.

Spekulasi ilmuwan, planet c akan tampak berwarna keunguan. Warna ini muncul karena penyerapan cahaya merah dan kuning oleh sodium dan potasium. Warna sedikit kecoklatan juga mungkin akan tampak.

Sayang seribu sayang, Kepler-36b dan kepler-36c terlalu panas untuk mendukung kehidupan. Jadi, sepertinya tak ada makhluk hidup apapaun, termasuk manusia, yang bisa menikmati pemandangan indah itu. Temuan kedua planet ini dipublikasikan di jurnal Science.

Wow, Ada Es di Kawah Bulan

Wow, Ada Es di Kawah Bulan?
Pesawat antariksa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) telah mengirim data yang menunjukkan 22 persen bahan di lapisan kawah yang berada di kutub selatan bulan mungkin terdiri atas es, kata Badan Antariksa AS, NASA.

Tim NASA dan ilmuwan universitas dengan menggunakan cahaya laser dari altimeter laser LRO meneliti dasar kawah Shackleton. Mereka menemukan dasar kawah tersebut lebih terang daripada yang dasar kawah lain di dekatnya, yang sejalan dengan keberadaan sedikit es.

Informasi itu akan membantu peneliti memahami susunan kawah tersebut dan mempelajari daerah lain yang tak dipetakan di bulan. Temuan itu direncanakan disiarkan Kamis di jurnal Nature.

Selain bukti es tambahan, peta kelompok itu mengenai Shackleton mengungkapkan kawah yang terpelihara secara baik yang relatif tak tanpa cacat sejak pembentukannya lebih dari tiga miliar tahun lalu. Dasar kawah tersebut sendiri dipenuhi beberapa kawah kecil, yang mungkin telah terbentuk sebagai bagian dari benturan yang menciptakan Shackleton.

Kawah itu, yang diberi nama dari nama penjelajah Antartika Ernest Shackleton, memiliki dalam dua mil dan lebar lebih dari 12 mil. Seperti beberapa kawah di kutub selatan Bulan, kemiringan kecil poros Bulan berarti bagian dalam kawah Shackleton gelap selamanya sehingga sangat dingin.

10 Satelit Paling Menakjubkan Yang Pernah Ditemukan Manusia

Tata surya kita memiliki lebih dari 200 bulan/satelit yang mengorbit pada planet, planet kerdil dan asteroid. Dari beberapa bulan yang ada di tata surya kita , ada banyak bulan atau satelit yang memiliki fitur luar biasa.

Dan Berikut adalah 10 bulan yang paling menakjubkan yang mengorbit dalam tata surya kita :

1. Ganymede Satelit Planet Jupiter



Ditemukan ptahun 1610 oleh Galileo Galilei, Ganymede adalah bulan terbesar di tata surya kita. Lebih besar dari planet Merkurius, dan tiga perempat ukuran Mars. Bulan ini begitu besar, bahwa bulan/satelit itu akan dianggap sebuah planet jika tidak mengorbit pada Jupiter. Hal yang paling menakjubkan tentang Ganymede adalah itu adalah satu-satunya bulan di tata surya kita yang menghasilkan medan magnet sendiri.

Ganymede memiliki inti besi cair yang membuat kekuatan magnet ini mungkin. Medan magnet ini tertanam dalam magnetosfer besar Jupiter. Pada tahun 1996, Teleskop Hubble menemukan suasana yang tipis oksigen mengelilingi bulan Ganymede, meskipun terlalu tipis untuk mendukung kehidupan.

2. Triton Satelit Planet Neptunus



Triton ditemukan pada Oktober 1846 oleh William Lassell, hanya 17 hari setelah Neptunus ditemukan. Ini adalah bulan terbesar Neptunus. Bulan ini tidak biasa, karena Triton adalah bulan yang benar-benar besar dalam tata surya kita yang mengorbit dalam arah yang berlawanan rotasi planetnya - sebuah orbit retrograde.

Ini menunjukkan bahwa Triton adalah bulan yang ditangkap, karena semua satelit alami dalam orbit tata surya planet dalam arah yang sama. Masalah yang dihadapi para ilmuwan telah berusaha mencari cara seperti bulan besar bisa tertangkap (tersedot/terjebak menempel).

Triton adalah salah satu objek paling dingin di tata surya kita. Ketika Voyager 2 melakukan terbang lintas di tahun 1989, Suhu Triton diketahui -391 ° F. Itu hanya 68,67 ° F di atas nol mutlak.Voyager 2 juga menemukan Triton memiliki geyser aktif, menjadikannya salah satu dari bulan-bulan yang mempunyai geologis aktif di tata surya kita.

3. Titan Satelit Planet Saturnus



Titan,satu-satunya bulan selain bulan kita yang memiliki tanah probe pada permukaannya, ditemukan tahun 1655 oleh Christiaan Huygens. Ini adalah bulan kedua terbesar di tata surya kita. Satelit / Bulan Titan diselubungi suasana tebal dan kabur dari kadar nitrogen, metana dan etana yang banyak. Bulan ini sangat terkenal karena merupakan bulan yang memiliki awan dan suasana yang mirip planet. 
Itu juga merupakan tempat lainnya di tata surya kita yang dikenal mempunyai sesuatu yang mengalirkan cairan di permukaannya, meskipun cairan di Titan adalah metan, bukan air.

4. Io Satelit Planet Jupiter



Io ditemukan pada Januari 1610 oleh Galileo Galilei. Io sedikit lebih besar dari bulan kita.Ini adalah tempat vulkanik paling aktif dalam tata surya kita. Io penuh dengan gunung berapi, di mana mereka memuntahkan material 190 mil di atas permukaan.

Biasanya, obyek seukuran Io akan menjadi tidak aktif secara geologis dalam beberapa masa, tetapi karena Io resonansi orbital dengan Jupiter, Europa dan Ganymede, hal ini tergantung pada jumlah besar pemanasan pasang surut.

Faktor daya tarik (gravitasi) Jupiter membekas begitu banyak dan kentara sehingga menyebabkan permukaan Io membentuk tonjolan atas dan ke bawah setinggi 100 meter di beberapa tempat. Pemanasan pasang surut membuat sebagian besar bawah permukaan dalam bentuk yang cair, dan memberikan kemampuan untuk terus-menerus memperbarui permukaannya.

5. Enceladus Satelit Planet Saturnus



Enceladus, bulan keenam terbesar Saturnus, telah ditampilkan di sini sebelumnya. Tapi ketika membuat daftar tentang bulan luar biasa, bulan ini pantas menerima tempat. Enceladus ditemukan pada 1789 oleh William Herschel. Ini adalah bentuk paling terang di tata surya. Hal ini mencerminkan hampir 100% dari sinar matahari menerpa permukaannya. Suhu di satelit ini juga sangat dingin, sekitar -330 ° F.

Sementara ini bulan ini memiliki beberapa kawah, ada daerah lain yang menunjukkan wilayah tanpa kawah, menunjukkan peristiwa pelaburan besar di masa geologis terakhir. garis," batu-batu es seukuran rumah adalah bukti kegiatan geologi terakhir. Garis-garis harimau dari kegiatan geologi planet ini juga memuntahkan berton 2 material ke udara, yang sebenarnya membentuk cincin E Saturnus.

6. Europa Satelit Planet Jupiter



Europa ditemukan oleh Galileo Galilei pada Januari 1610.Hanya sedikit lebih kecil dari bulan kita sendiri. Permukaan dari Europa mencolok, dengan garis-garis gelap loreng. Banyak ilmuwan yang percaya garis di permukaan disebabkan oleh letusan dari es hangat seperti kerak perpecahan terbuka. Bulan ini ditarik grafitasi Jupiter dan 3 bulan utama, membelah kerak dan memungkinkan ini terjadi.

Sebagai indah dan menarik karena hal ini membuat Europa, itu yang ilmuwan percaya di bawah ini kerak tebal es yang membuat Europa luar biasa: sebuah laut, asin cair air. 
Tidak seperti Bumi, diyakini laut di Europa cukup dalam untuk menutupi permukaan. 
Sejak Europa jauh dari matahari, laut telah membeku, menciptakan kerak es setebal 190 km.

7. Dactyl Satelit Asteroid Ida



Ditemukan pada 1995 oleh pesawat ruang angkasa Galileo, Dactyl adalah bulan,dengan diameter sekitar 1 km, dari asteroid Ida yang berbentuk seperti kentang. Itu adalah bulan yang pertama kali ditemukan mengorbit di asteroid. Ilmuwan tidak yakin jika bulan kecil adalah bagian yang memisahkan diri dari asteroid, atau jika tertangkap oleh asteroid. Ini adalah ilmuwan pertama memiliki bukti bahwa asteroid memiliki satelit.Sejak penemuannya, lebih dari dua lusin bulan / satelit telah ditemukan mengorbit di asteorid.

8. Iapetus Satelit Planet Saturnus



Ditemukan pada 1671 oleh Giovanni Cassini, bulan dari planet Saturnus, Iapetus telah disebut salah satu yang paling aneh di tata surya kita. Berdiameter 914 mil, dan pasang surut terkunci dengan Saturnus. Satu hal menakjubkan tentang bulan ini adalah perbedaan mencolok dalam warna dan reflektifitas.

Setengah dari bulan berwarna gelap seperti warna batu bara, sementara separuh lainnya berwarna sangat cerah. Karena ini, dan pasang surut yang terkunci dengan planet ini, Anda hanya dapat melihat bulan ketika orbit membawanya di sisi barat dari Saturnus.  Bulan /Satelit ini juga memiliki pegunungan, atau "punggungan khatulistiwa," dengan ketinggian 18 km dan membungkus di sekitar khatulistiwa.

Ada dua teori utama tentang bagaimana pegunungan ini terbentuk - beberapa ilmuwan berpikir punggungan dibentuk pada waktu sebelumnya ketika Iapetus berputar lebih cepat daripada yang dilakukannya hari ini, yang lain berpikir punggungan terbuat dari materi tertinggal dari runtuhnya cincin Saturnus.

9. Mimas Satelit Saturnus



Bulan kecil ini ditemukan tahun 1789 oleh William Herschel.dengan Diameter rata-rata adalah 396 km. Apa yang membuat bulan dari Saturnus menonjol adalah lebarnya kawah 140 km, dan kedalaman 18 km, kawah ini bernama kawah Herschel. Kawah Herschel bukan kawah terbesar yang ditemukan pada bulan/satelit di tata surya kita, tetapi kawah ini sangat luar biasa. Kawah ini secara mengejutkan mencakup sepertiga dari permukaan Mimas, dan membuat bulan ini menyerupai bentuk Death Star dari Star Wars.

10. Nereid Satelit Planet Neptunus



Nereid ditemukan tahun 1940 oleh Gerard Kuiper. Ini adalah bulan Neptunus ketiga terbesar. Nereid memiliki orbit paling eksentrik daripada satelit apapun yang ada dalam tata surya kita. Karena itu, jarak antara Nereid dan Neptunus sangat bervariasi. Pada posisi terdekat, Nereid berjarak hanya 1.354.171 km dari Neptunus. Pada jarak terjauh, Nereid berjarak 9.628.200 km .Karena posisi jauhnya dari orbit Neptunus Nereid yang membawanya, dibutuhkan 360 hari Bumi untuk menyelesaikan satu orbit penuh di planet ini.

Benda Jatuh di Balaraja Bukan Meteorit

Benda misterius yang jatuh di Balaraja, Tangerang, semula diduga meteorit. Benda tersebut menyebabkan tanah ambles dan menimpa sepeda motor. 

Namun, observasi yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di lokasi menunjukkan, benda jatuh itu sama sekali bukan obyek antariksa.

"Ini bukan meteorit ataupun sampah antariksa," kata Clara Yono Yatini, staf Lapan yang mengunjungi lokasi jatuhnya benda tersebut.

Clara menguraikan, ada beberapa hasil observasi yang membuat Lapan berkeseimpulan benda tersebut bukan meteorit.

"Benda ini bentuknya teratur, seperti kotak, cetakan. Jadi, kami yakin ini bukan meteorit. Kalau meteorit, pasti bentuknya tidak teratur seperti yang dijumpai," ungkap Clara sat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/6/2012).

"Lalu juga tidak ada bekas pemanasan atau lelehan. Kalau meteorit pasti panas dan terbakar. Walaupun ini menimpa motor, ternyata motornya juga tidak terbakar," ujarnya. 

Salah satu ciri meteorit adalah ada bekas pemanasan serta bagian yang meleleh atau mengelupas karena efek pemanasan di atmosfer Bumi.

Benda ini juga bukan sampah antariksa karena pada hari ini tidak terdeteksi sampah antariksa yang jatuh ke Bumi dan tidak ada radiasi di sekitar lokasi.

"Hasil observasi dari Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), tidak ada radiasi di sekitar lokasi," kata Clara. 

Menurut dia, benda tersebut hanya serupa besi. Saat tim Lapan tiba di lokasi, kondisi lokasi sudah tak seperti semula. Warga sudah berdatangan dan motor yang tertimpa sudah diangkat.

Kamis, 21 Juni 2012

Benda Jatuh di Balaraja, Meteorit atau Bagian Pesawat?

Sebuah benda jatuh di wilayah Balaraja, Tangerang. Benda tersebut dilaporkan jatuh dari langit, mengenai atap rumah dan kendaraan, serta menyebabkan tanah ambles.

Karena benda dilaporkan jatuh dari langit, muncul spekulasi bahwa benda tersebut adalah meteorit. Benarkah demikian?

Thomas Djamaluddin dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) mengatakan bahwa jika benar benda jatuh dari langit, maka ada dua kemungkinan.

"Bisa saja benda tersebut merupakan buatan manusia, berasal dari Bumi, seperti bagian pesawat, atau benda tersebut adalah meteorit," katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/6/29012).

Yang jelas, Thomas mengatakan bahwa benda itu bukan sampah antariksa. Pasalnya, tidak ada sampah antariksa yang dideteksi jatuh ke Bumi hari ini.

Menurut Thomas, untuk mengetahui apakah benda tersebut merupakan meteorit, beberapa analisis fisik harus dilakukan.

"Kalau benda itu adalah meteorit, bisa berupa logam atau batuan. Ada ciri-ciri yang harus dilihat untuk memastikan benda itu meteorit," kata Thomas.

"Kalau logam, maka logamnya akan keras dan ada bekas efek pemanasan. Kalau batuan, maka akan ada bagian yang gosong akibat terbakar, dan ada pengelupasan," tambah Thomas. 

Sejauh ini, tim Lapan masih menuju ke lokasi. Jadi, belum bisa dipastikan, apakah benda tersebut memang meteorit.

Dilaporkan, jatuhnya benda ini menyebabkan motor rusak hingga tak berbentuk, ambles ke dalam tanah hingga sedalam satu meter.

Ini Ciri-ciri Meteorit yang Jatuh ke Bumi

Benda misterius yang jatuh di Balaraja, Tangerang Kamis (21/6/2012) memicu spekulasi. Beberapa kalangan mengatakan, benda misterius yang mengakibatkan amblesnya tanah serta kerusakan sepeda motor itu adalah meteorit.

Analisis memang masih harus dilakukan untuk memastikan bahwa benda yang jatuh adalah meteorit. Namun, bagaimana sebenarnya ciri-ciri sebuah meteorit yang jatuh ke Bumi? 

Thomas Djamaluddin dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) saat dihubungi Kompas.com hari ini mengungkapkan bahwa ciri menonjol dari meteorit yang jatuh ke Bumi adalah adanya bekas pembakaran. 

"Meteorit jatuh ke Bumi melewati atmosfer mengalami pemanasan dan pendinginan. Maka ciri paling menonjol adalah adanya bekas bagian yang terbakar," kata Thomas.

Jika meteorit yang jatuh berupa batuan, maka bekas pembakaran relatif mudah diamati. 

"Pada bagian batuan seperti ada bagian yang hangus habis terbakar, ada bagian yang seperti bekas pelelehan dan terkelupas, dari bentuk dan rupanya juga berbeda dengan batuan yang ada di Bumi, biasanya lebih halus," ungkap Thomas. 

Sementara, jika meteorit berupa logam, pengamatan harus lebih detail.

"Logamnya biasanya logam kasar, belum seperti logam olahan yang ada di Bumi. Jadi berbeda dengan logam di Bumi. Kalau dilihat warnanya, logamnya cenderung berwarna hitam," papar Thomas.

Sejauh ini, belum diketahui apakah benda misterius di Balaraja adalah logam atau batuan. Yang kini sudah diketahui, benda berbentuk seperti huruf Y, berwarna hitam serta memiliki bobot lebih dari 100 kg.

Benda Diduga Meteor Timpa Rumah Warga di Balaraja


Benda diduga meteor  jatuh menimpa rumah warga dan menghancurkan satu unit sepeda motor di Kawasan Oleg Desa Sentul, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (21/6). Benda ini berwarna hitam dengan berat diperkirakan lebih dari 100 kilogram.

"Bendanya warna hitam dan beratnya lebih dari 100 kilogram," kata Riswan, saksi mata kejadian ditemui di lokasi, Kamis.

Ia mengatakan, benda tersebut awalnya akan diangkat oleh warga setelah mengambil sepeda motor yang ikut terkubur sedalam satu meter.

Namun, karena benda itu tertanam sangat dalam, maka warga tidak jadi mengangkatnya. Benda tersebut pun berbentuk huruf Y. Sehingga membutuhkan alat berat untuk menggalinya.

Selain itu, kepolisian pun meminta agar warga tidak menggalinya. Karena sejumlah peneliti LAPAN akan melakukan pemeriksaan.

"Tadi kami hanya ingin angkat motor yang masuk ke dalam tanah. Tapi, karena benda itu sudah terlihat, maka akan diangkat namun di cegah polisi agar menunggu LAPAN," katanya.

Pantauan dilapangan, lokasi tempat jatuhnya benda diduga meteor, dipenuhi warga sekitar yang penasaran ingin melihatnya.

Perlu diketahui, kejadian terjadi pukul 05.00 WIB. Ketika itu, Riswan sedang tidur di dalam rumah. Namun, tiba - tiba sebelum benda diduga meteor jatuh, terdengar suara kencang.

Lalu, benda itu langsung jatuh menghantam atap rumah serta sepeda motor dengan Nomor Polisi A 5068 FB yang berada persis di sampingnya. Setelah benda terjatuh, kemudian muncul debu yang sangat banyak.

 Namun, dirinya tidak merasakan panas apapun termasuk percikan api dari sumber benda tersebut. hanya saja, betis kaki sebelah kanan mengalami lecet.

Setelah itu, dirinya kemudian menghubungi atasannya dan memberitahu aparat kepolisian setempat. Lalu, secara gotong royong, warga mengeluarkan sepeda motor yang terkubur bersama benda tersebut.

"Motornya sudah hancur tidak berbentuk lagi karena terhantam benda tersebut dan terkubur sedalam satu meter," katanya.

Namun, hingga kini, benda yang diduga meteor tersebut belum diangkat karena aparat kepolisian masih menunggu peneliti dari LAPAN.

"Kami bersama peneliti sedang menuju kesana untuk mengecek kepastian benda tersebut. Kami juga meminta kepada kepolisian untuk tidak menyentuh benda itu," kata Humas LAPAN, Elly dihubungi.

Rabu, 20 Juni 2012

Dua Planet Gas Panas Jupiter Ditemukan

Astronom menemukan dua planet gas panas Jupiter yang mengelilingi bintang yang jauh namun bersinar sangat terang. Planet gas panas Jupiter, kadang disebut Hot Jupiter, adalah planet gas seukuran Jupiter yang terletak sangat dekat dengan bintangnya. 

Kedua planet ditemukan dengan Kilodegree Extremely Little Telescope (KELT) di Arizona, teleskop yang kekuatan lensanya hanya setara dengan kamera digital high end.

Planet pertama yang ditemukan disebut KELT-1b. Planet yang mayoritas tersusun atas hidrogen ini hanya sedikit lebih besar dari Jupiter namun memiliki massa 27 kalinya.

Dengan jarak dekat, satu tahun di KELT-1b sama dengan 29 jam di Bumi. Planet ini bersuhu 2200 derajat Celsius dan menerima radiasi 6000 kali lebih besar dari Bumi. 

"Ini termasuk aneh. Ini adalah salah satu objek yang tak kita harapkan ada di lingkungan dekat bintang," kata Thomas Beatty dari Ohio State University yang terlibat penelitian.

KELT-1b terletak pada jarak 825 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Andromeda. Satu tahun cahaya sama dengan 9,5 juta kilometer. 

Planet ini membuat astronom heran karena orbitnya yang aneh. "Ini cukup massif untuk mempengaruhi gelombang pasang di bintang induknya dan bisa memutarnya," kata Beatty seperti dikutip Space, Selasa (19/6/2012). 

"KELT-1b menangkap bintangnya, menariknya sehingga berputar dengan kecepatan yang sama, jadi baik KELT-1 dan bintangnya terkunci satu sama lain saat berputar," tambah Beatty.

Sementara itu, planet kedua yang ditemukan adalah KELT-2Ab, berjarak 360 tahun cahaya dari bintangnya, di konstelasi Auriga.

KELT-2Ab memiliki ukuran 30 persen dan massa 50 persen lebih besar dari Jupiter. Planet ini unik sebab mengelilingi bintang yang sangat terang hingga bisa dilihat dengan binokuler.

Planet KELT-2Ab mengorbit sistem bintang ganda, disebut HD 42176. Salah satu bintang induk planet ini lebih besar dari matahari, sementara lainnya lebih kecil.

Penemuan KELT-1b dan KELT2Ab dilakukan dengan metode transit, yakni dengan melihat perubahan cahaya bintang saat ada planet yang melintas di mukanya.

Hasil penemuan dipresentasikan dalam pertemuan American Astronomical Society ke 220 di Anchorage, Alaska pada 13 Juni 2012 lalu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons